Diduga Jadi Sarang Penipuan, J&T Cargo Minta Uang Tambahan ke Customer COD Tanpa Kejelasan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi dugaan praktik penipuan oleh J&T Cargo area Larangan, Galis, Kadur dan Pakong

Foto ilustrasi dugaan praktik penipuan oleh J&T Cargo area Larangan, Galis, Kadur dan Pakong

Dugaan Pelanggaran SOP dan Potensi Modus

Praktik meminta uang lebih dari nominal yang tertera dalam notifikasi menimbulkan pertanyaan serius:

Apakah ini kebijakan resmi perusahaan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ataukah ulah oknum yang memanfaatkan lemahnya pengawasan?

 

“Jika benar tidak ada aturan resmi soal pembulatan sepihak, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar berkedok COD. Terlebih nominal yang tercantum dalam sistem seharusnya bersifat final dan mengikat,” tambahnya

BACA JUGA :  Potret Nestapa Tiga Generasi di Sampang: Nenek Renta, Anak Dirantai, Cucu Disabilitas

 

AFiv menilai, apabila dibiarkan, praktik seperti ini bisa menjadi “sarang penipuan” yang merusak kepercayaan publik terhadap layanan ekspedisi.

 

“Kalau satu dua ribu dibiarkan, lama-lama jadi kebiasaan. Publik dirugikan sedikit demi sedikit. Ini bukan soal nominal, tapi soal integritas,” tegasnya.

BACA JUGA :  Aksi Panas di Kuningan, Jaka Jatim Minta KPK Sikat Tuntas Korupsi Hibah Jatim

 

Sementara itu pihak j&t cargo area Larangan, Galis, Kadur dan Pakong Bimo mengatakan bahwa sepertinya itu terjadi kesalapahaman pak dari pihak kurir saya, soalnya yang dilihat kurir saya itu harga cod jika melakukan pembayaran qris, karena kalau pembayaran qris ada harga layanan 1000.

BACA JUGA :  Intensitas Curah Hujan di Wilayah Jawa Timur Minggu Kedua Bulan Desember  Meningkat

 

“seharusnya tetap bayar sesuai dengan nominal yang sudah di tentukan. Terkecuali pakek metode pembayaran Qris baru ada biaya tambahan, ini murni kesalahan dan kelalaian kurir kami,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Momen Bahagia Putri Kades Banjar Talela Sampang, Akad Nikah Digelar 14 April 2026
Babinsa Larangan Dampingi Panen Padi, Mini Combine Harvester Permudah Petani di Taraban
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani Jemur Gabah, Jaga Kualitas Hasil Panen

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:29 WIB

Turun Langsung ke Sawah, Babinsa Proppo Ringankan Beban Petani

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Senin, 13 April 2026 - 10:25 WIB

Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Jumat, 10 April 2026 - 12:16 WIB

Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Berita Terbaru