“Reformasi birokrasi belum terlihat dilakukan oleh bupati untuk melakukan penyegaran, terutama mengisi jabatan kepala dinas secara definitif,” tambahnya.
Aktivis mahasiswa Unira mendesak Kholilurrahman segera mereformasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan yang mereka anggap menjadi penyebab defisit anggaran tahun 2024.
“Kami kecewa karena bupati dan sekda tidak mau menandatangani kesepakatan dan komitmen pada tiga tuntutan kami,” kata Izet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, aksi ini dilakukan karena audiensi sebelumnya tidak membuahkan hasil. Janji bupati dan sekda untuk menindaklanjuti tuntutan dinilai tidak ada kemajuan.
“Kami akan datang lagi sampai tuntutan kami dipenuhi untuk mengawal kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menemui para demonstran. Ia mengaku berkomitmen untuk memenuhi tuntutan mahasiswa.
“Kami sudah mulai melakukan perbaikan, tapi semua butuh proses. Termasuk reformasi birokrasi, kami sudah menjalankan tahapannya,” kata Kholilurrahman. (*)
Halaman : 1 2

























