Memperkuat hubungan dengan Allah melalui ibadah wajib dan suah, serta senantiasa mengingat-Nya (dzikir), akan menjadikan hati tenang dan jiwa kuat, sehingga energi negatif dari sihir sulit menembus.
Ruqyah Syar’iyyah: Terapi Spiritual Ilahi
Ruqyah syar’iyyah adalah metode pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, doa-doa ma’tsur dari Rasulullah SAW, serta dzikir-dzikir tertentu yang sesuai syariat Islam.
Ini adalah cara paling sahih dan efektif untuk menangkal serta mengobati sihir, gangguan jin, dan penyakit non-medis laiya. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan ruqyah dan bahkan meruqyah para sahabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa ayat dan surah yang sangat dianjurkan untuk dibaca dalam ruqyah atau sebagai amalan harian penangkal sihir antara lain:
- Surah Al-Fatihah: Disebut juga ‘Ummul Kitab’ (Induk Al-Qur’an) dan memiliki banyak keutamaan sebagai penyembuh.
- Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255): Ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda, barang siapa membacanya sebelum tidur, ia akan senantiasa dijaga oleh Allah dari gangguan setan hingga pagi. Sama halnya jika dibaca setelah salat.
- Tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas): Surah-surah perlindungan (Al-Mu’awwidzatain) yang sangat ditekankan untuk dibaca. Rasulullah SAW membaca ketiganya tiga kali setiap pagi dan petang, serta sebelum tidur, kemudian meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau.
- Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah (QS. Al-Baqarah: 285-286): Rasulullah SAW bersabda, barang siapa membacanya pada suatu malam, niscaya keduanya akan mencukupinya (melindunginya dari segala keburukan).
Ruqyah dapat dilakukan sendiri (ruqyah mandiri) dengan membaca ayat-ayat di atas pada air minum, minyak zaitun, atau dengan mengusap tubuh sambil membaca doa-doa perlindungan.
Dzikir dan Doa Harian sebagai Perisai Gaib
Konsistensi dalam berdzikir dan berdoa adalah kunci utama benteng diri seorang Muslim. Dzikir pagi dan petang, serta doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, adalah kumpulan mutiara perlindungan yang sangat efektif. Beberapa di antaranya:
- Dzikir Pagi dan Petang: Selain Tiga Qul, ada banyak dzikir lain seperti “Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim” (Dengaama Allah, yang tidak ada sesuatu pun yang membahayakan bersama nama-Nya di bumi dan tidak pula di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) dibaca 3x. Atau “A’udzu bikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan).
- Doa Keluar dan Masuk Rumah: Mengucapkan salam dan membaca doa sebelum masuk dan keluar rumah dapat menghindarkan dari gangguan jin.
- Doa Sebelum Makan dan Minum: Membaca “Bismillah” sebelum makan dan minum dapat mencegah setan ikut serta.
- Doa Perlindungan Umum: Memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan manusia, jin, dan segala yang buruk.
- Istighfar dan Taubat: Dosa adalah celah masuknya kejahatan. Memperbanyak istighfar dan taubat dapat membersihkan diri dan memperkuat benteng spiritual.
Menjadikan dzikir dan doa sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian akan membentuk perisai spiritual yang kokoh.
Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Sihir dan jin seringkali menyukai tempat yang kotor, bau, dan penuh dengan hal-hal yang tidak syar’i. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian dari amalan penangkal sihir. Hal ini meliputi:
- Wudhu dan Mandi: Senantiasa menjaga wudhu, terutama sebelum tidur, dapat menghindarkan dari gangguan setan. Mandi junub atau mandi secara umum juga penting untuk kebersihan fisik dan spiritual.
- Membersihkan Rumah: Rumah yang bersih dari kotoran, debu, dan sampah. Selain itu, membersihkan rumah dari hal-hal yang tidak disukai malaikat rahmat, seperti patung makhluk bernyawa, gambar-gambar yang tidak syar’i, anjing (kecuali untuk keperluan berburu/penjaga), dan musik yang melalaikan.
- Membaca Al-Qur’an di Rumah: Rutin membaca Surah Al-Baqarah di rumah sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.”
Kesimpulan
Amalan penangkal sihir menurut Islam bukanlah praktik mistis atau ritual aneh, melainkan serangkaian tindakayata yang bersandar pada ajaran Al-Qur’an dan Suah.
Intinya adalah memperkuat tauhid, memperbanyak dzikir dan doa, mengamalkan ruqyah syar’iyyah, serta menjaga kebersihan lahir dan batin.
Dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT sebagai satu-satunya pelindung dan konsistensi dalam menjalankan amalan-amalan ini, seorang Muslim dapat membangun benteng yang kokoh, insya Allah, dari segala bentuk kejahatan sihir dan gangguan gaib.
Ingatlah bahwa kekuatan paling besar terletak pada tawakkal (berserah diri) sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan segala upaya yang disyariatkan.
Halaman : 1 2

























