JATIMZONE – Keberadaan sihir dan santet merupakan realitas yang diakui dalam ajaran Islam, bukan sekadar mitos atau takhayul belaka.
Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW telah banyak menyebutkan tentang praktik sihir, bahayanya, serta bagaimana umat Muslim seharusnya menyikapinya.
Meskipun sihir adalah kejahatan yang nyata, Allah SWT sebagai satu-satunya pelindung telah menurunkan berbagai amalan dan doa yang berfungsi sebagai perisai ampuh bagi hamba-Nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Artikel ini akan membahas secara mendalam amalan-amalan penangkal sihir menurut Islam, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Suah, sebagai upaya membentengi diri dari segala bentuk gangguan gaib.
Membangun Fondasi Keimanan yang Kuat (Tawhid)
Pilar utama dalam menangkal segala bentuk kejahatan, termasuk sihir, adalah keimanan yang kokoh kepada Allah SWT.
Konsep Tauhid, yaitu mengesakan Allah dan hanya bergantung kepada-Nya, adalah benteng spiritual terkuat.
Seorang Muslim yang benar-benar bertauhid akan meyakini bahwa tidak ada kekuatan di alam semesta ini yang dapat memberi manfaat atau mudarat kecuali dengan izin Allah.
Sihir hanya dapat bekerja jika Allah mengizinkan, dan jika Allah tidak menghendaki, maka sihir itu tidak akan mempan sama sekali. Oleh karena itu, menjauhi segala bentuk syirik, seperti meminta pertolongan kepada selain Allah (dukun, jimat, dll.), adalah langkah pertama dan terpenting.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























