Hari Sabtu, atau dalam bahasa Arab disebut “Yaum as-Sabt”, adalah hari keenam dalam pekan. Bagi sebagian besar masyarakat dunia modern, Sabtu identik dengan akhir pekan, waktu untuk beristirahat dan melepaskan diri dari rutinitas kerja.
Namun, di balik persepsi umum ini, hari Sabtu memiliki sejarah dan makna yang kaya dalam tradisi dan ajaran agama, terutama dalam Islam.
Meskipun bukan hari ibadah khusus bagi umat Muslim seperti halnya Jumat, hari Sabtu disebutkan dalam Al-Qur’an dan memiliki kaitan erat dengan kisah-kisah para nabi terdahulu, khususnya Bani Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mari kita telusuri 5 fakta menarik tentang hari Sabtu menurut pandangan Islam yang mungkin belum banyak diketahui.
Fakta-Fakta Menarik Hari Sabtu Menurut Islam
1. Asal Usul Nama dan Makna “Sabt”
Kata “Sabt” (السبت) berasal dari akar kata Arab “sabata” (سبت) yang berarti “berhenti”, “beristirahat”, atau “memotong”. Makna ini sangat relevan dengan fungsinya sebagai hari istirahat, khususnya bagi Bani Israel.
Dalam Al-Qur’an, kata ini secara eksplisit merujuk pada “hari Sabtu” atau “hari Sabbath”, menunjukkan statusnya sebagai hari yang dikhususkan untuk menghentikan aktivitas duniawi dan berfokus pada ibadah.
Konteks penggunaaya dalam Islam selalu merujuk pada ketetapan yang diberikan kepada umat sebelum Nabi Muhammad SAW.
Ini menunjukkan bahwa konsep hari istirahat mingguan adalah bagian dari syariat ilahi yang telah ada sejak lama, meskipun bentuk dan penerapaya berbeda antarumat.
2. Hari Ujian dan Perjanjian Bani Israel
Dalam sejarah kenabian, hari Sabtu ditetapkan sebagai hari Sabbath atau hari istirahat bagi Bani Israel oleh Allah SWT.
Ini adalah perintah ilahi yang mewajibkan mereka untuk menghentikan segala pekerjaan, terutama mencari nafkah, dan mengkhususkan diri untuk ibadah dan mengingat Allah.
Penetapan ini bukanlah tanpa hikmah; ia adalah ujian ketaatan dan keimanan mereka terhadap perintah Tuhan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 124:
“Sesungguhnya hari Sabtu itu hanya diwajibkan (sebagai hari ibadah) atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”
Ayat ini menegaskan bahwa kewajiban Sabbath itu khusus bagi Bani Israel, dan mereka pun berselisih di dalamnya, yang menjadi pelajaran penting bagi umat sesudahnya.
3. Kisah Ashabul Sabt: Sebuah Pelajaran Abadi
Salah satu kisah paling terkenal yang terkait dengan hari Sabtu dalam Islam adalah kisah “Ashabul Sabt” atau “Kaum Pelanggar Hari Sabtu”. Kisah ini disebutkan dalam beberapa surat Al-Qur’an, seperti Al-Baqarah (ayat 65-66) dan Al-A’raf (ayat 163-166).
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























