Sehat Tanpa Olahraga Formal: Membongkar Mitos dan Kiatnya

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIM ZONE – Bisakah seseorang mencapai kondisi tubuh yang sehat optimal tanpa harus rutin berolahraga di pusat kebugaran atau mengikuti program latihan formal? Pertanyaan ini kerap muncul di benak banyak orang yang memiliki keterbatasan waktu, motivasi, atau kondisi fisik tertentu.

Para pakar kesehatan dan ahli gizi sepakat bahwa ya, hal itu sangat mungkin, asalkan individu tersebut menerapkan pendekatan holistik terhadap gaya hidup sehat yang mencakup nutrisi seimbang, tidur berkualitas, pengelolaan stres, dan peningkatan aktivitas fisik insidental sehari-hari.

Konsep ini menantang pandangan konvensional bahwa olahraga adalah satu-satunya jalan menuju kesehatan prima, sekaligus membuka opsi bagi mereka yang mencari alternatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsep “sehat tanpa olahraga” seringkali disalahartikan sebagai hidup pasif atau minim gerak. Padahal, yang dimaksud adalah tidak memerlukan latihan terstruktur seperti lari maraton, angkat beban di gym, atau mengikuti kelas yoga secara rutin. Kunci utamanya terletak pada peningkatan aktivitas fisik harian yang tidak terencana, yang dikenal sebagai Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT). “Menurut Prof. Dr. Aisha Rahman, MPH, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Sejahtera, ‘Sehat tanpa olahraga formal bukan berarti hidup pasif. Itu berarti kita tidak harus mengikuti rutinitas latihan terstruktur yang intens. Fokusnya adalah pada gerakan yang konsisten sepanjang hari dan meminimalkan waktu duduk yang berlebihan.'”

BACA JUGA :  Bahaya Tidur Larut Malam: Dampak Negatif dan Tips Mengatasinya Demi Kesehatan Optimal

Faktor penentu kesehatan yang paling dominan adalah asupautrisi. Tanpa diet yang sehat, upaya apapun untuk mencapai kesehatan akan menjadi sia-sia.

Makanan berfungsi sebagai bahan bakar dan blok bangunan bagi tubuh. Memilih makanan utuh, kaya serat, dan menghindari ultra-proses adalah prioritas utama. Dr. Budi Santoso, Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik terkemuka, menekankan,

BACA JUGA :  Manfaat Berjemur di Pagi Hari: Sumber Energi Alami untuk Kesehatan Optimal

“Nutrisi adalah fondasi utama kesehatan. Anda bisa berolahraga setiap hari, namun jika asupan makanan Anda buruk, upaya itu akan sia-sia. Prioritaskan makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan hindari gula tambahan serta lemak trans yang tersembunyi dalam makanan olahan. Pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang.”

Selaiutrisi, tidur yang cukup dan berkualitas seringkali menjadi pilar kesehatan yang terabaikan. Padahal, saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan, regenerasi sel, dan konsolidasi memori. Kurang tidur kronis dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Dr. Maya Sari, Sp.PD, spesialis penyakit dalam, menjelaskan,

“Kurang tidur kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon, khususnya yang mengatur nafsu makan (ghrelin dan leptin), melemahkan sistem imun, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Selain itu, tidur yang buruk juga berdampak pada kesehatan mental dan konsentrasi. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam dan patuhi jadwal tidur yang teratur, bahkan di akhir pekan.”

BACA JUGA :  Anggur: Buah Mungil Penjaga Kesehatan, Dari Jantung Hingga Kulit Berseri

Mengelola stres juga tak kalah penting dalam mencapai kesehatan holistik. Stres kronis memicu pelepasan hormon kortisol yang berlebihan, yang jika berlangsung terus-menerus dapat berdampak negatif pada hampir setiap sistem organ, termasuk meningkatkan peradangan, tekanan darah, dan melemahkan respons imun.

“Menemukan cara efektif untuk meredakan stres, baik melalui meditasi, yoga ringan, membaca buku, menghabiskan waktu di alam, atau interaksi sosial positif dengan orang terdekat, sama vitalnya dengan diet sehat dan tidur cukup,” tambah Prof. Aisha Rahman.

Mengembangkan hobi yang menenangkan juga dapat menjadi saluran positif untuk melepaskan ketegangan.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran
PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung
Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah
Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas
Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok
PLN UP3 Madura Khitankan 100 Anak Dhuafa dalam Rangka Menyambut Hari Pahlawan 2025
SPPG Biequeen Nyalabu Daya Perketat Kualitas Gizi Menu MBG, Pastikan Aman dan Higienis
Ribuan Warga Pamekasan Kehilangan Akses BPJS Kesehatan, 50 Ribu Kepesertaan Diputus

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:35 WIB

Dituding Menu MBG Apek, SPPG Pakong Tegaskan Produksi Sesuai Standar dan Anggaran

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung

Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:55 WIB

Tak Sekadar Bergizi, MBG Pakamban Laok Hadirkan Kebahagiaan di Sekolah

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:56 WIB

Jurnalis Muda Pamekasan Hadirkan Pameran MBG, Dorong Siswa Cerdas Menuju Indonesia Emas

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:18 WIB

Senam Sehat Berselimut Asap: ASIAFI Gelar Aerobik Competition Madura 2026 Diduga Langgar Larangan Sponsor Rokok

Berita Terbaru