“Saat itu kejadiannya cepat, jadi langsung saya tanda tangani. Baru belakangan terasa memberatkan, terutama di poin tujuh. Kalau ada hal yang membahayakan siswa, tentu harus segera ditangani, bukan ditutup-tutupi,” ujarnya.
Menurut Gazali, usai insiden dugaan keracunan yang menimpa 8 siswa versi polisi dan 4 siswa versi sekolah, pihak tenaga kesehatan segera datang memeriksa kondisi siswa.
“Semua siswa sudah diperiksa dan kondisinya sehat,” katanya sebagimana dilansir dari kompas.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SPPG Al-Bukhori, Mohammad Habibullah, juga membenarkan isi surat perjanjian, termasuk poin ketujuh yang dianggap memberatkan sekolah.
“Iya, memang ada poin itu. Tapi semua isi surat sudah sesuai dengan juknis yang ada, tidak ada tambahan dari kami,” tegasnya.
Habibullah menekankan bahwa perjanjian tersebut murni mengikuti petunjuk teknis resmi tanpa perubahan kalimat.
Halaman : 1 2

























