Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jember, Supriadi, menjelaskan bahwa fenomena perubahan iklim global turut berkontribusi pada peningkatan intensitas curah hujan ekstrem.
“Data kami menunjukkan peningkatan anomali curah hujan di wilayah Jember, yang diperparah dengan kondisi degradasi lahan di kawasan hulu. Oleh karena itu, program reboisasi ini sangat krusial sebagai upaya mitigasi struktural daon-struktural. Vegetasi yang rapat akan membantu menahan laju air, meningkatkan infiltrasi ke dalam tanah, dan mencegah erosi,” papar Supriadi.
Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur pendukung mitigasi seperti pembuatan cek dam mini di beberapa titik strategis untuk memperlambat aliran air, serta pembangunan terasering di lahan-lahan miring yang rentan longsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang praktik pertanian ramah lingkungan dan pentingnya menjaga kebersihan sungai juga menjadi bagian integral dari program.
Budi Santoso, Koordinator Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (Forkodas) Jember, menyambut baik inisiatif pemerintah ini.
“Kami sebagai pegiat lingkungan sangat mendukung. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya saat penanaman, tetapi juga dalam pemeliharaan jangka panjang. Dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Dana untuk program ini sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember, dengan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta potensi kolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah.
Target penyelesaian penanaman diharapkan tercapai dalam dua tahun, namun monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan bibit tumbuh optimal dan memberikan dampak yang signifikan.
Dengan diluncurkaya program reboisasi dan mitigasi bencana skala besar ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, petani, hingga pelaku usaha, menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam Jember. (*)
Halaman : 1 2

























