Maman Imanulhaq Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dianggap Lecehkan Kiai dan Pesantren

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, mendesak Trans7 meminta maaf atas tayangan program yang dianggap melecehkan kiai dan pesantren.

Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, mendesak Trans7 meminta maaf atas tayangan program yang dianggap melecehkan kiai dan pesantren.

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, mengecam keras tayangan salah satu program di Trans7 yang dinilai melecehkan dan merendahkan martabat kiai serta pesantren.

Menurut Maman, narasi dalam tayangan tersebut sangat tidak pantas dan menyesatkan publik karena menggambarkan para kiai seolah hidup bermewah-mewahan, meminta uang dari jemaah atau santri, serta menjadikan pesantren sebagai tempat eksploitasi.

BACA JUGA :  Momentum HPN 2026, JMP Apresiasi Ketua PWI Pamekasan yang Tembus Asesor UKW Dewan Pers

“Narasi seperti itu jelas merugikan dan menyakitkan bagi para kiai, santri, dan masyarakat pesantren. Kiai adalah figur moral dan spiritual yang berjasa besar bagi bangsa ini. Menyudutkan mereka sama saja dengan melecehkan tradisi keilmuan dan keagamaan yang menjadi fondasi masyarakat Indonesia,” tegas Maman, Selasa (14/10/2025).

Politikus PKB asal Majalengka itu menilai tayangan tersebut mencerminkan ketidakpekaan dan ketidaktahuan media terhadap kultur pesantren. Ia mendesak Trans7 untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya kepada kalangan kiai dan pesantren, serta mempertanggungjawabkan konten tersebut.

BACA JUGA :  Detik-Detik Kebakaran Hebat Hanguskan Kantor Camat Payakumbuh, Polisi Turunkan Tim Labfor

“Trans7 harus meminta maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi internal terhadap tim kreatif maupun redaksi yang memproduksi tayangan itu. Media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga etika dan sensitivitas terhadap nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang
Permudah Warga di Bulan Ramadhan, Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling
KITMAS Resmi Dikukuhkan, Langkah Strategis Sejahterakan Petani Tembakau
Diduga Jadi Sarang Penipuan, J&T Cargo Minta Uang Tambahan ke Customer COD Tanpa Kejelasan
Langkah Mulia Bani Insan Peduli: Ribuan Anak Yatim Sumenep Dapat Perhatian dan Santunan
PWI Pamekasan Rayakan HPN Dengan Aksi Nyata, Wartawan–Kades Skrining Jantung

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:36 WIB

Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:52 WIB

Permudah Warga di Bulan Ramadhan, Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:10 WIB

KITMAS Resmi Dikukuhkan, Langkah Strategis Sejahterakan Petani Tembakau

Berita Terbaru