Hal ini menyebabkan jaringan lunak di tenggorokan bergetar dan menghasilkan suara dengkuran. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk dengkuran antara lain:
- Berat Badan Berlebih: Jaringan lemak tambahan di sekitar leher dapat menekan saluraapas.
- Usia: Seiring bertambahnya usia, otot-otot tenggorokan cenderung melemah.
- Posisi Tidur: Tidur telentang seringkali membuat lidah dan langit-langit lunak jatuh ke belakang, menyempitkan saluraapas.
- Alkohol dan Obat Penenang: Zat-zat ini dapat merelaksasi otot tenggorokan secara berlebihan.
- Masalah Hidung atau Sinus: Hidung tersumbat karena alergi, pilek, atau kelainan struktural (seperti deviasi septum) dapat memaksa pernapasan melalui mulut.
- Bentuk Tenggorokan: Beberapa orang mungkin memiliki langit-langit lunak atau amandel yang besar.
Solusi Efektif untuk Mengatasi Dengkur
Mengatasi dengkuran seringkali memerlukan pendekatan multi-cabang. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda coba:
1. Perubahan Gaya Hidup
Banyak kasus dengkuran dapat diatasi atau dikurangi secara signifikan melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Turunkan Berat Badan: Jika Anda kelebihan berat badan, penurunan berat badan dapat mengurangi jaringan di leher yang menyempitkan saluraapas. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk banyak penderita dengkuran.
- Hindari Alkohol dan Obat Penenang Sebelum Tidur: Konsumsi alkohol atau obat penenang dapat membuat otot tenggorokan terlalu rileks, meningkatkan kemungkinan dengkuran. Usahakan untuk tidak mengonsumsinya beberapa jam sebelum tidur.
- Ubah Posisi Tidur: Tidur menyamping dapat membantu menjaga saluraapas tetap terbuka. Jika Anda terbiasa tidur telentang, coba gunakan bantal tubuh atau letakkan bola tenis di saku belakang piyama untuk mencegah Anda berguling.
- Atur Jadwal Tidur yang Teratur: Kurang tidur dapat membuat Anda terlalu lelah dan tidur lebih dalam, yang dapat memperburuk dengkuran. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Jaga Kebersihan Saluraapas: Bersihkan hidung sebelum tidur dengan bilas saline atau gunakan semprotan hidung untuk mengatasi hidung tersumbat karena alergi atau pilek.
2. Alat Bantu dan Perangkat Tanpa Resep
Ada berbagai produk yang dirancang untuk membantu mengurangi dengkuran yang bisa Anda dapatkan tanpa resep dokter.
- Pita Hidung (Nasal Strips): Ini adalah plester kecil yang ditempelkan di bagian luar hidung untuk membuka saluran hidung dan memudahkan pernapasan.
- Semprotan Hidung Dekongestan atau Saline: Untuk mengatasi hidung tersumbat, gunakan semprotan dekongestan (jangan terlalu sering) atau semprotan saline untuk membersihkan saluran hidung.
- Bantal Anti-Dengkur: Beberapa bantal dirancang untuk menjaga kepala dan leher dalam posisi yang optimal, membantu menjaga saluraapas tetap terbuka.
- Humidifier: Menjaga kelembaban udara di kamar tidur dapat mengurangi kekeringan dan iritasi pada tenggorokan, yang terkadang menjadi penyebab dengkuran.
- Penyangga Rahang atau Mouthpiece Anti-Dengkur (MADs/TRDs): Alat-alat ini dirancang untuk menjaga rahang bawah atau lidah tetap di posisi yang sedikit maju saat tidur, mencegahnya jatuh ke belakang dan menyumbat saluraapas. Alat ini bisa sangat efektif tetapi sebaiknya disesuaikan oleh dokter gigi.
3. Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Meskipun banyak dengkuran tidak berbahaya, kadang-kadang bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius yang disebut sleep apnea obstruktif (OSA). Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika dengkuran Anda disertai dengan gejala berikut:
- Henti napas sesaat saat tidur (sering dilaporkan oleh pasangan).
- Terengah-engah atau tersedak saat tidur.
- Kantuk di siang hari yang berlebihan.
- Sakit kepala di pagi hari.
- Kesulitan berkonsentrasi.
- Tekanan darah tinggi.
Dokter mungkin akan merekomendasikan studi tidur (polysomnography) untuk mendiagnosis sleep apnea. Jika didiagnosis OSA, penanganan medis mungkin diperlukan, seperti penggunaan mesin CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), atau dalam beberapa kasus, prosedur bedah.
Kesimpulan
Mengatasi dengkuran adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Mulailah dengan mencoba perubahan gaya hidup sederhana, seperti mengelola berat badan, mengubah posisi tidur, dan menghindari alkohol sebelum tidur.
Jika dengkuran masih berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan dengkuran, sehingga Anda dan orang-orang di sekitar Anda bisa mendapatkan tidur malam yang nyenyak dan berkualitas.
Halaman : 1 2

























