“Kalau di bawah cor beton dipasang batu besar, tentu akan mengurangi ketebalan beton. Itu bisa mempercepat kerusakan dan berpotensi tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika metode awal sama seperti perbaikan sekarang, maka kuat dugaan proyek ini sarat penyimpangan. Kami minta APH segera turun tangan dan dinas terkait mengevaluasi penggunaan uang negara tersebut,” tegasnya.
Rofi juga menyoroti tidak terlihatnya penggunaan batu koral atau kerikil saat proses perbaikan. Padahal, material tersebut merupakan agregat kasar utama dalam konstruksi beton yang berfungsi memperkuat struktur, mengurangi penyusutan, serta meningkatkan daya tahan jalan agar tidak mudah retak.
“Ada apa dengan Pemdes Mambulu Barat? Kami juga meminta Inspektorat segera melakukan audit menyeluruh agar semuanya jelas dan transparan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Mambulu Barat, Siti Rohimah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait metode perbaikan jalan tersebut, belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim terpantau telah terbaca, namun tidak dibalas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemdes Mambulu Barat terkait dugaan pengerjaan perbaikan rabat beton yang dinilai tidak maksimal tersebut.
Penulis : Junaidi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Jatim Zone
Halaman : 1 2

























