PAMEKASAN – Dugaan manipulasi data kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswi MA Annuqayah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, gagal mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 lantaran namanya tercatat secara misterius di sekolah lain yang tidak pernah ia daftarkan.
Korban, Nailatur Rizqi Munawwaroh, pelajar kelas 3 jurusan Bahasa asal Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, tiba-tiba ditemukan terdaftar sebagai siswa aktif di PKBM Al-Muhlisin, lembaga pendidikan yang berlokasi di Dusun Pancong, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan.
Akibat data ganda itu, sistem pusat menolak pendaftarannya untuk mengikuti TKA. Padahal, ujian tersebut merupakan syarat penting bagi kelulusan dan seleksi pendidikan lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak pernah merasa mendaftarkan anak saya ke sekolah Al-Muhlisin. Tapi tiba-tiba datanya aktif di sana,” ujar Mohammad Safi, ayah Nailatur, dengan nada kesal saat dihubungi Kamis (6/11/2025).
Safi mengaku, akibat kejadian ini, anaknya tidak bisa mengikuti ujian seperti teman-teman sekelasnya di MA Annuqayah Guluk-Guluk. Ia khawatir masalah tersebut akan berdampak pada kelulusan anaknya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























