JATIMZONE – Pelatih kepala baru Ulsan Hyundai, Shin Tae-yong, mencatat debut sempurna dengan mengantarkan timnya meraih kemenangan krusial 1-0 atas rival berat, Pohang Steelers, di Ulsan Munsu Football Stadium pada Sabtu malam (24/8).
Hasil ini tidak hanya menjadi penanda era baru di bawah kepemimpinaya, tetapi juga secara dramatis menghentikan rekor buruk 11 pertandingan tanpa kemenangan yang membayangi Ulsan Hyundai di K League 1.
Gol tunggal yang dicetak oleh gelandang serang Lee Dong-gyeong di menit ke-67 cukup untuk memastikan tiga poin perdana bagi Ulsan di bawah arahan Shin Tae-yong, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan yang telah berlangsung sejak awal Juni. Kemenangan ini tidak hanya berarti bagi posisi Ulsan di klasemen, tetapi juga memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan bagi para pemain dan pendukung yang telah lama menanti momen kebangkitan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebangkitan di Munsu Football Stadium
Pertandingan menghadapi Pohang Steelers berlangsung ketat sejak awal. Ulsan Hyundai, yang tampil dengan formasi dan strategi baru di bawah Shin Tae-yong, menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal disiplin pertahanan dan transisi menyerang. Para pemain terlihat lebih terorganisir dan bersemangat, sebuah perubahan yang jelas terlihat dibandingkan dengan penampilan mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Babak pertama didominasi oleh pertarungan sengit di lini tengah, dengan kedua tim saling melancarkan serangaamun tanpa hasil. Namun, di babak kedua, Ulsan mulai menemukan ritme mereka. Puncaknya terjadi pada menit ke-67 ketika skema serangan balik cepat berhasil dimanfaatkan dengan sempurna. Lee Dong-gyeong, yang mendapatkan ruang bebas di luar kotak penalti, melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Pohang, Jeong Cheol-won. Gol tersebut disambut riuh sorakan ribuan suporter yang memadati Munsu Football Stadium, seakan melepaskan beban yang selama ini menghimpit.
Setelah gol, Ulsan Hyundai tetap solid dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi. Pertahanan yang kokoh di bawah komando bek tengah Kim Young-gwon dan koordinasi lini tengah yang rapi berhasil meredam setiap upaya Pohang untuk menyamakan kedudukan. Shin Tae-yong terlihat aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan, menunjukkan sentuhan taktisnya yang telah dikenal luas.
Akhir dari Periode Suram
Sebelum kedatangan Shin Tae-yong, Ulsan Hyundai berada dalam periode terburuk mereka dalam beberapa musim terakhir. Rentetan 11 pertandingan tanpa kemenangan, termasuk enam kekalahan dan lima hasil imbang, membuat mereka terperosok ke papan tengah klasemen K League 1, jauh dari ekspektasi sebagai salah satu tim raksasa Korea Selatan. Tekanan besar menumpuk di pundak manajemen dan pemain, menyebabkan pemecatan pelatih sebelumnya dan kebutuhan mendesak akan perubahan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

























