Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pemerintah juga berupaya membangun rantai pasok yang lebih efisien dari petani langsung ke konsumen. “Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan distribusi buah lokal berjalan lancar, dari hulu ke hilir. Program edukasi juga kami selenggarakan di berbagai daerah, mulai dari pasar tradisional, sekolah, hingga komunitas, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya buah lokal,” tutur Budi.
Program-program pemerintah juga mencakup pelatihan bagi petani untuk meningkatkan praktik budidaya yang berkelanjutan dan penggunaan teknologi tepat guna, guna memastikan buah lokal yang dihasilkan memiliki kualitas prima dan berdaya saing. Dukungan berupa akses permodalan dan fasilitasi pemasaran melalui platform digital juga terus dioptimalkan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski kampanye ini mendapat sambutan positif, tantangan tetap ada. Masih banyak masyarakat yang kurang teredukasi tentang manfaat buah, atau terbiasa memilih camilan instan yang kurang sehat. Ada pula isu terkait ketersediaan buah musiman yang fluktuatif serta infrastruktur distribusi di beberapa daerah terpencil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pemerintah optimis bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari masyarakat, target peningkatan konsumsi buah lokal akan tercapai. “Ini bukan hanya tentang kampanye sesaat, melainkan perubahan paradigma dalam pola makan kita sehari-hari. Mari jadikan buah lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari piring makan kita, demi kesehatan diri, keluarga, dan kemajuan ekonomi bangsa,” pungkas Budi Santoso.
Ke depan, pemerintah berencana untuk melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas pegiat gaya hidup sehat, selebriti, dan media massa, untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya konsumsi buah lokal. Diharapkan, gerakan ini tidak hanya meningkatkan angka konsumsi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap produk pertanian sendiri dan mendorong keberlanjutan sektor pangaasional.
Halaman : 1 2

























