Pemerintah Ajak Masyarakat Konsumsi Buah Lokal, Tingkatkan Kesehatan dan Ekonomi Petani

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pemerintah juga berupaya membangun rantai pasok yang lebih efisien dari petani langsung ke konsumen. “Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan distribusi buah lokal berjalan lancar, dari hulu ke hilir. Program edukasi juga kami selenggarakan di berbagai daerah, mulai dari pasar tradisional, sekolah, hingga komunitas, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya buah lokal,” tutur Budi.

BACA JUGA :  Mengurai Dampak Inflasi Global: Tantangan Ekonomi dan Strategi Menghadapinya

Program-program pemerintah juga mencakup pelatihan bagi petani untuk meningkatkan praktik budidaya yang berkelanjutan dan penggunaan teknologi tepat guna, guna memastikan buah lokal yang dihasilkan memiliki kualitas prima dan berdaya saing. Dukungan berupa akses permodalan dan fasilitasi pemasaran melalui platform digital juga terus dioptimalkan.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski kampanye ini mendapat sambutan positif, tantangan tetap ada. Masih banyak masyarakat yang kurang teredukasi tentang manfaat buah, atau terbiasa memilih camilan instan yang kurang sehat. Ada pula isu terkait ketersediaan buah musiman yang fluktuatif serta infrastruktur distribusi di beberapa daerah terpencil.

Namun, pemerintah optimis bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari masyarakat, target peningkatan konsumsi buah lokal akan tercapai. “Ini bukan hanya tentang kampanye sesaat, melainkan perubahan paradigma dalam pola makan kita sehari-hari. Mari jadikan buah lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari piring makan kita, demi kesehatan diri, keluarga, dan kemajuan ekonomi bangsa,” pungkas Budi Santoso.

BACA JUGA :  LSM Pamekasan Berkumpul di Arek Lancor, Tolak Stigma Provokator dan Penertiban Sepihak

Ke depan, pemerintah berencana untuk melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas pegiat gaya hidup sehat, selebriti, dan media massa, untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya konsumsi buah lokal. Diharapkan, gerakan ini tidak hanya meningkatkan angka konsumsi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap produk pertanian sendiri dan mendorong keberlanjutan sektor pangaasional.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Momen Bahagia Putri Kades Banjar Talela Sampang, Akad Nikah Digelar 14 April 2026
Babinsa Larangan Dampingi Panen Padi, Mini Combine Harvester Permudah Petani di Taraban
Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani Jemur Gabah, Jaga Kualitas Hasil Panen
Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Senin, 13 April 2026 - 10:25 WIB

Babinsa Larangan Turun Tangan Bantu Petani, Percepat Persiapan Tanam Kedua di Taraban

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau

Jumat, 10 April 2026 - 12:16 WIB

Babinsa Pademawu Turun Tangan Bantu Petani Bersihkan Padi Kering, Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Kamis, 9 April 2026 - 06:20 WIB

Momen Bahagia Putri Kades Banjar Talela Sampang, Akad Nikah Digelar 14 April 2026

Berita Terbaru