Firdaus menambahkan, sikap abai aparat bisa menimbulkan preseden buruk. Masyarakat akan berasumsi bahwa rokok ilegal dilindungi, sementara produsen resmi yang taat aturan justru dirugikan.
“Konsumen bisa membeli karena murah, tapi tidak tahu apa yang terkandung di dalam rokok ilegal itu. Tidak ada uji kualitas, tidak ada standar kesehatan. Dalam jangka panjang, ini menjerumuskan masyarakat kecil,” tegasnya.
Ia juga mendesak pemerintah pusat turun tangan menertibkan Bea Cukai Madura, yang dinilai gagal melaksanakan tugas pengawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau dibiarkan, Madura bisa jadi episentrum perdagangan rokok ilegal nasional,” pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2

























