“Tumis bumbu halus hingga benar-benar harum dan matang. Jangan terburu-buru, karena proses penumisan bumbu ini akan mempengaruhi kedalaman rasa kuah Rawoantinya,” saran Chef Hendra.
Setelah bumbu harum, masukkan daging sapi, umumnya sandung lamur atau iga yang sudah dipotong dadu. Daging ditumis bersama bumbu hingga berubah warna dan bumbu meresap.
“Pilih daging sapi yang memiliki sedikit lemak agar kuah Rawon lebih gurih dan tekstur dagingnya tidak kering saat matang,” tambah Chef Hendra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah daging berubah warna, tambahkan air secukupnya dan masak hingga daging empuk. Proses perebusan daging ini bisa memakan waktu cukup lama, tergantung jenis dan potongan dagingnya.
Kemudian, barulah kluwek yang sudah dihaluskan (setelah direndam air panas dan dibuang biji kulitnya) dimasukkan ke dalam masakan.
Kluwek yang sudah dihaluskan akan bercampur dengan kuah kaldu daging dan bumbu, memberikan warna hitam pekat yang menjadi ciri khas Rawon.
“Setelah kluwek masuk, masak lagi hingga kuah mengental dan semua bumbu menyatu sempurna. Jika perlu, tambahkan sedikit gula merah untuk menyeimbangkan rasa dan sedikit asam jawa jika ingin sentuhan segar,” jelas Chef Hendra.
Chef Hendra juga membagikan beberapa tips anti gagal laiya:
- Kualitas Daging: Gunakan daging sapi segar dan potong dengan ukuran yang seragam agar matang merata.
- Rempah Segar: Selalu gunakan rempah-rempah segar, bukan yang bubuk, untuk aroma yang lebih kuat.
- Patience is Key: Jangan terburu-buru dalam memasak. Biarkan daging empuk perlahan dan bumbu meresap sempurna. Semakin lama dimasak dengan api kecil, semakin enak.
- Penyajian: Sajikan Rawon selagi hangat dengaasi putih, tauge pendek, irisan telur asin, sambal terasi, dan kerupuk udang. Tambahan jeruk nipis juga bisa memberikan kesegaran.
“Membuat Rawon itu bukan hanya tentang resep, tapi juga tentang rasa cinta pada masakan. Ketika kita menghargai setiap proses dan bahan, hasilnya pasti istimewa. Ini adalah warisan kuliner yang harus kita jaga,” pungkas Chef Hendra, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk mempelajari dan melestarikan kuliner tradisional tetap tinggi. Diharapkan, dengan tips-tips dari para ahli seperti Chef Hendra, semakin banyak keluarga yang dapat menikmati kelezataasi Rawon autentik buatan sendiri di rumah, sekaligus turut serta menjaga kekayaan kuliner Indonesia dari generasi ke generasi.
Halaman : 1 2

























