Proses penggorengan yang tepat menghasilkan pisang goreng dengan bagian luar yang renyah keemasan dan bagian dalam yang lembut serta manis.
Kelezatan inilah yang membuatnya menjadi camilan favorit di berbagai kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Di Indonesia, pisang goreng sangat mudah ditemukan, mulai dari gerobak kaki lima, kafe, hingga restoran bintang lima, dengan berbagai modifikasi dan topping seperti parutan keju, cokelat leleh, susu kental manis, atau bahkan es krim.
“Kami sudah jualan pisang goreng puluhan tahun, dari generasi ke generasi. Rasanya bangga sekali pas tahu pisang goreng menang di internasional,” kata Bapak Edi Santoso, pemilik gerai Pisang Goreng ‘Crispy Mantap’ yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rahasia kami cuma satu, pakai pisang yang pas matangnya, jangan terlalu lembek, dan adonan harus pas kentalnya. Sederhana, tapi ini yang bikin pelanggan balik lagi.”
Pisang Goreng: Lebih dari Sekadar Camilan
Pisang goreng bukan hanya sekadar kudapan pengganjal perut, melainkan bagian tak terpisahkan dari budaya minum teh atau kopi sore di Indonesia. Ia melambangkan kehangatan keluarga, kebersamaan, dan kesederhanaan gaya hidup. Bagi banyak orang, aroma pisang goreng yang baru diangkat dari penggorengan adalah aroma masa kecil dan kenyamanan.
Selain menjadi camilan sehari-hari, pisang goreng juga sering disajikan dalam berbagai acara keluarga, arisan, hingga rapat kantor.
Fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan berbagai topping dan kreasi juga menunjukkan bahwa hidangan ini memiliki potensi inovasi yang tidak terbatas, tanpa menghilangkan esensi aslinya.
Mendorong Ekonomi Lokal dan Pariwisata Kuliner
Kemenangan Pisang Goreng di TasteAtlas memiliki dampak signifikan tidak hanya pada citra kuliner Indonesia, tetapi juga pada perekonomian lokal. Industri pisang, tepung, dan minyak goreng, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner pisang goreng, akan merasakan dorongan positif.
“Penghargaan ini adalah momentum emas untuk mempromosikan pariwisata kuliner kita,” tutur Ibu Desti Riana, Direktur Promosi Pariwisata Kuliner Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Pisang goreng bisa menjadi duta kuliner Indonesia yang memperkenalkan kekayaan rasa Nusantara kepada dunia. Kami berharap ini akan memicu minat wisatawan untuk datang ke Indonesia, tidak hanya untuk melihat keindahan alamnya, tetapi juga untuk mencicipi langsung kelezatan kuliner otentiknya, dimulai dari pisang goreng ini.”
Ke depaya, diharapkan pengakuan internasional semacam ini dapat membuka pintu bagi hidangan tradisional Indonesia laiya untuk mendapatkan sorotan global.
Upaya kolektif dari pemerintah, pegiat kuliner, dan masyarakat diperlukan untuk terus memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner Indonesia agar semakin mendunia.
Halaman : 1 2

























