Lebih lanjut, ketua Formatur Hendra, menduga adanya pola pembiaran yang sistematis. Mereka mempertanyakan, bagaimana mungkin praktik yang disebut sudah “menjamur di mana-mana” bisa luput dari pengawasan jika tidak ada kelonggaran yang disengaja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau ini terus terjadi, publik berhak curiga: apakah ini murni kelemahan, atau ada sesuatu yang sengaja dipelihara? Negara dirugikan, hukum dilecehkan, dan aparat justru diam,” lanjutnya.
Dalam aksinya, Formatur menuntut langkah konkret, bukan sekadar retorika. Mereka mendesak evaluasi total terhadap kinerja Bea dan Cukai Madura, serta meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut dugaan praktik ilegal tersebut hingga ke akar-akarnya.
Aksi ini menjadi alarm keras bagi Bea dan Cukai Madura: diam bukan lagi pilihan. Jika tidak segera berbenah dan bertindak tegas, bukan hanya kredibilitas yang runtuh, tetapi juga kepercayaan publik yang kian terkikis.
Halaman : 1 2

























