Mengungkap Jejak Sejarah Maulid Nabi: Dari Fatimiyah Hingga Perayaan Global

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMZONE – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu momen paling agung dalam kalender Islam, dirayakan dengan penuh sukacita dan penghormatan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.

Hari kelahiran Rasulullah, 12 Rabiul Awal, menjadi penanda untuk mengenang kembali sosok mulia yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Namun, tahukah Anda bahwa perayaan Maulid Nabi tidak ada sejak awal Islam? Tradisi ini memiliki sejarah panjang yang kaya dan menarik, berkembang melalui berbagai dinasti dan budaya, sebelum menjadi perayaan global seperti yang kita kenal sekarang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini akan menelusuri jejak sejarah Maulid Nabi, dari asal-usulnya yang kontroversial hingga evolusinya menjadi tradisi yang mengakar kuat di hati umat.

Kelahiraabi Muhammad SAW dan Ketiadaan Perayaan Awal

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (sekitar 570 Masehi). Sepanjang hidupnya, dan juga pada masa Khulafaur Rasyidin (para khalifah penerus Nabi) serta generasi sahabat dan tabi’in, tidak ada catatan resmi mengenai perayaan khusus untuk hari kelahiraya.

BACA JUGA :  Selasa dalam Perspektif Islam: Antara Narasi Penciptaan dan Realitas Ibadah

Fokus utama umat Islam pada masa itu adalah mengikuti suah (ajaran dan praktik) Nabi, mempelajari Al-Qur’an, dan menyebarkan risalah Islam.

Kehidupan nabi yang sederhana dan penekanaya pada tauhid (keesaan Allah) membuat para sahabat lebih mengutamakan substansi ajaran daripada ritual perayaan yang bersifat non-esensial.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ketiadaan perayaan maulid di masa awal Islam ini bertujuan untuk menghindari potensi syirik atau bid’ah (inovasi dalam agama) yang bisa mengarah pada pengkultusan individu, meskipun itu adalah Nabi sekalipun.

BACA JUGA :  Remas Al-Ihsan Mubarok Nyalabu Daya Sukses Selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Islam sangat menekankan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia biasa yang diutus sebagai rasul, bukan entitas ilahi yang harus disembah.

Oleh karena itu, mengenang beliau dilakukan melalui penghayatan ajaran, bukan melalui perayaan ulang tahun yang formal.

Awal Mula Perayaan Maulid: Dinasti Fatimiyah (Abad ke-10 Masehi)

Sejarah perayaan Maulid Nabi secara formal dan terorganisir pertama kali dapat dilacak pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir, sekitar abad ke-10 Masehi. Dinasti Fatimiyah adalah kekhalifahan Syiah Ismailiyah yang berkuasa dari tahun 909 hingga 1171 Masehi.

Bagi mereka, perayaan Maulid bukan hanya tentang Nabi Muhammad, tetapi juga tentang Imam Ali, Fatimah Az-Zahra, dan para imam Syiah laiya.

Tujuan perayaan ini konon memiliki motif politis, yaitu untuk memperkuat legitimasi kekuasaan mereka dengan menonjolkan hubungan darah mereka dengaabi Muhammad SAW.

BACA JUGA :  142 Negara Dukung Palestina Merdeka, PBB Adopsi Deklarasi New York

Perayaan Maulid pada masa Fatimiyah sangat mewah dan megah, melibatkan parade besar, pemberian makanan kepada rakyat, dan pembacaan pujian-pujian.

Namun, perayaan ini cenderung bersifat elitis, hanya dilakukan di lingkungan istana dan tidak terlalu populer di kalangan masyarakat umum, terutama mereka yang menganut Sui.

Meskipun demikian, inilah titik awal di mana perayaan kelahiraabi mulai dilembagakan, meskipun dengan corak dan tujuan yang berbeda dari yang kita kenut sekarang.

Ekspansi dan Popularitas Maulid: Dinasti Ayyubiyah dan Raja Muzaffaruddin Gökböri (Abad ke-12/13 Masehi)

Perayaan Maulid Nabi kemudian mendapatkan popularitas luas dan diadopsi oleh mayoritas umat Islam, khususnya Sui, pada masa Dinasti Ayyubiyah.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia Malam Jumat: Amalan Paling Dicintai Allah untuk Meraih Berkah Berlimpah
Jumat Berkah: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlimpah di Hari Penghulu Segala Hari
Mengungkap Rahasia Amalan Paling Dicintai Allah: Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
142 Negara Dukung Palestina Merdeka, PBB Adopsi Deklarasi New York
Benteng Diri dari Kejahatan Gaib: Amalan Penangkal Sihir Paling Ampuh Menurut Islam
Remas Al-Ihsan Mubarok Nyalabu Daya Sukses Selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Jejak Gemilang Walisongo di Jawa Timur: Mengungkap Sejarah, Warisan, dan Pesona Religi
Madura Pulau Garam, Pulau Santri: Menelusuri Jejak Gemilang Penyebaran Islam

Berita Terkait

Kamis, 25 September 2025 - 17:53 WIB

Rahasia Malam Jumat: Amalan Paling Dicintai Allah untuk Meraih Berkah Berlimpah

Jumat, 19 September 2025 - 10:57 WIB

Jumat Berkah: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlimpah di Hari Penghulu Segala Hari

Kamis, 18 September 2025 - 09:13 WIB

Mengungkap Rahasia Amalan Paling Dicintai Allah: Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat

Selasa, 16 September 2025 - 13:01 WIB

142 Negara Dukung Palestina Merdeka, PBB Adopsi Deklarasi New York

Selasa, 16 September 2025 - 11:52 WIB

Benteng Diri dari Kejahatan Gaib: Amalan Penangkal Sihir Paling Ampuh Menurut Islam

Berita Terbaru