Mengungkap Jejak Sejarah Maulid Nabi: Dari Fatimiyah Hingga Perayaan Global

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salahuddin Al-Ayyubi, pendiri dinasti ini, dikenal sebagai pahlawan yang berhasil merebut kembali Yerusalem dari Tentara Salib. Untuk membangkitkan semangat jihad dan persatuan umat Muslim, Salahuddin mendukung perayaan Maulid Nabi yang berorientasi pada kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Sosok kunci dalam mempopulerkan Maulid Nabi di kalangan Sui adalah Raja Muzaffaruddin Gökböri, seorang gubernur dari Erbil (wilayah yang kini masuk Iraq) di bawah kekuasaan Ayyubiyah.

Pada abad ke-12 dan ke-13 Masehi, Raja Muzaffaruddin mengadakan perayaan Maulid dengan sangat besar dan meriah. Ia mengundang para ulama, ahli tasawuf, dan masyarakat luas untuk berkumpul, membaca Al-Qur’an, melantunkan shalawat, berzikir, dan mendengarkan ceramah tentang sirah Nabi.

Ribuan domba disembelih, dan makanan dibagikan kepada fakir miskin. Perayaan ini menjadi simbol kecintaan kepada Nabi dan upaya untuk menyatukan umat Islam di tengah ancaman Perang Salib.

Dari Erbil, tradisi perayaan Maulid ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Islam laiya, termasuk Mesir, Suriah, Maroko, dan akhirnya ke seluruh penjuru dunia.

Berbeda dengan perayaan Fatimiyah yang berpusat pada politik, perayaan yang dipelopori oleh Raja Muzaffaruddin lebih menekankan aspek spiritual, edukatif, dan sosial, yang selaras dengailai-nilai Islam.

Perkembangan Maulid di Dunia Islam dan Indonesia

Seiring berjalaya waktu, perayaan Maulid Nabi terus berkembang dan beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai negara. Di Indonesia, Maulid Nabi dikenal dengan beragam nama dan tradisi, seperti Sekaten di Jawa, Grebeg Maulud di Yogyakarta, atau Bakda Mulud di Madura.

BACA JUGA :  Jejak Gemilang Walisongo di Jawa Timur: Mengungkap Sejarah, Warisan, dan Pesona Religi

Para Wali Songo memainkan peran penting dalam mengadaptasi perayaan ini sebagai sarana dakwah, menggabungkailai-nilai Islam dengan kearifan lokal untuk menyebarkan ajaran Islam secara damai.

Bentuk perayaan Maulid kini sangat beragam, mulai dari pengajian akbar, pembacaan shalawat Nabi seperti Barzanji dan Diba’, ceramah agama tentang sirah Nabi, santunan anak yatim dan fakir miskin, hingga pawai obor dan festival budaya.

Meskipun ada perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai hukum perayaaya, mayoritas umat Muslim melihat Maulid sebagai kesempatan emas untuk meneladani akhlak mulia Nabi, memperbanyak shalawat, dan mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Esensi perayaan ini tetap sama: mengenang, menghormati, dan mengambil pelajaran dari kehidupan teladaabi Muhammad SAW.

BACA JUGA :  Keutamaan Malam Jumat dalam Islam: Memaksimalkan Ibadah dan Berkah

Dari ketiadaan perayaan di masa awal Islam hingga menjadi tradisi global yang meriah, sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW adalah cerminan dari dinamika dan adaptasi umat Muslim sepanjang masa.

Dimulai dari inisiatif politis Dinasti Fatimiyah, kemudian diangkat menjadi gerakan spiritual dan persatuan oleh Dinasti Ayyubiyah dan Raja Muzaffaruddin, Maulid kini telah menjadi ekspresi kolektif kecintaan umat kepada Nabi.

Terlepas dari perdebatan historis atau hukumnya, perayaan Maulid Nabi tetap menjadi momen penting bagi banyak umat Muslim untuk merenungkan kembali ajaran-ajaraabi, memperbarui komitmen terhadap nilai-nilai Islam, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam meneladani suri tauladan Rasulullah SAW.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia Malam Jumat: Amalan Paling Dicintai Allah untuk Meraih Berkah Berlimpah
Jumat Berkah: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlimpah di Hari Penghulu Segala Hari
Mengungkap Rahasia Amalan Paling Dicintai Allah: Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
142 Negara Dukung Palestina Merdeka, PBB Adopsi Deklarasi New York
Benteng Diri dari Kejahatan Gaib: Amalan Penangkal Sihir Paling Ampuh Menurut Islam
Remas Al-Ihsan Mubarok Nyalabu Daya Sukses Selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Jejak Gemilang Walisongo di Jawa Timur: Mengungkap Sejarah, Warisan, dan Pesona Religi
Madura Pulau Garam, Pulau Santri: Menelusuri Jejak Gemilang Penyebaran Islam

Berita Terkait

Kamis, 25 September 2025 - 17:53 WIB

Rahasia Malam Jumat: Amalan Paling Dicintai Allah untuk Meraih Berkah Berlimpah

Jumat, 19 September 2025 - 10:57 WIB

Jumat Berkah: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlimpah di Hari Penghulu Segala Hari

Kamis, 18 September 2025 - 09:13 WIB

Mengungkap Rahasia Amalan Paling Dicintai Allah: Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat

Selasa, 16 September 2025 - 13:01 WIB

142 Negara Dukung Palestina Merdeka, PBB Adopsi Deklarasi New York

Selasa, 16 September 2025 - 11:52 WIB

Benteng Diri dari Kejahatan Gaib: Amalan Penangkal Sihir Paling Ampuh Menurut Islam

Berita Terbaru