Linda mengaku terkejut saat mengetahui isi video yang menunjukkan putrinya dipukuli secara brutal di lingkungan sekolah.
“Saya baru tahu pada Jumat, 8 Agustus 2025, padahal kejadiannya 15 Juli 2025. Pihak sekolah melarang memberitahu saya. Saya tahunya justru dari teman anak saya setelah videonya viral,” ujarnya.
Keluarga korban menegaskan menolak upaya mediasi dan mendesak polisi memproses kasus tersebut hingga tuntas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak saya sempat sakit, pusing, tidak masuk sekolah, dan mengalami trauma. Sekolah sempat ingin mediasi, tapi saya menolak. Biar ada efek jera dan tidak ada korban lain,” pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2

























