Ia juga menyarankan untuk tidak takut berkreasi dengan bahan-bahan yang ada.
“Banyak resep yang bisa dimodifikasi. Misalnya, satu bahan protein seperti ayam, bisa diolah jadi ayam goreng, ayam balado, atau sup ayam dengan bumbu berbeda. Ini membantu variasi tanpa harus pusing mencari bahan baru,” tambahnya.
Penggunaan bumbu dasar instan atau pre-made bumbu juga bisa menjadi solusi bagi mereka yang memiliki waktu terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Chef Bima juga menyoroti pentingnya teknik ‘meal prep’ atau persiapan makanan di muka.
“Potong sayuran, marinasi daging, atau rebus pasta di awal minggu. Simpan di wadah kedap udara. Ini sangat membantu mempersingkat waktu memasak di hari-hari sibuk,” jelasnya.
Berbagai komunitas daring dan platform media sosial juga memainkan peran besar dalam menyebarluaskan ide-ide resep harian.
Ribuan resep mulai dari masakausantara, Asia, hingga Barat dengan sentuhan rumahan mudah ditemukan, lengkap dengan panduan video dan tips praktis dari para koki amatir maupun profesional.
Ini menciptakan ekosistem saling bantu dan menginspirasi bagi mereka yang ingin memulai atau meningkatkan keterampilan memasaknya di rumah.
Dampak Jangka Panjang dan Prospek ke Depan
Tren memasak harian diyakini akan terus berlanjut dan bahkan menguat. Selain manfaat ekonomi dan kesehatan, aktivitas ini juga mempererat ikatan keluarga.
Momen berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan buatan sendiri seringkali menjadi waktu berkualitas yang langka di tengah kesibukan modern.
Anak-anak pun dapat dilibatkan dalam proses persiapan makanan, mengajarkan mereka tentang nutrisi dan keterampilan hidup.
Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat juga diharapkan dapat mendukung tren ini melalui edukasi gizi, pelatihan memasak, atau penyediaan akses bahan pangan yang lebih terjangkau.
Dengan demikian, resep makanan sehari-hari tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi bagian integral dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Halaman : 1 2

























