Jaka Jatim Tuntut KPK dan Kejati Bongkar Dalang Utama Kasus Korupsi di Jawa Timur

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Jaka Jatim, Musfiq, saat menyampaikan orasi dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (3/6/2026), mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas berbagai kasus dugaan korupsi di Jawa Timur.

Koordinator Jaka Jatim, Musfiq, saat menyampaikan orasi dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (3/6/2026), mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas berbagai kasus dugaan korupsi di Jawa Timur.

Massa aksi menilai maraknya kasus korupsi di berbagai sektor pemerintahan menjadi alarm bagi pentingnya penguatan pengawasan internal dan tata kelola birokrasi yang lebih transparan. Mereka juga meminta langkah nyata untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Selain itu, Jaka Jatim menyoroti besarnya nilai kerugian negara yang muncul dalam berbagai perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Mereka berharap proses penegakan hukum tidak hanya berfokus pada pejabat tingkat bawah, tetapi juga menelusuri pihak-pihak lain yang diduga memiliki peran dalam perkara tersebut.

BACA JUGA :  Keracunan Massal di Tlanakan, Jaka Jatim: Jangan Cederai Cita-Cita Presiden

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan. Di antaranya meminta KPK dan Kejati Jawa Timur mengusut tuntas seluruh kasus korupsi yang terjadi di Jawa Timur, menelusuri aliran dana hasil korupsi, mengembangkan penyidikan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam fakta persidangan, serta memaksimalkan upaya pemulihan kerugian negara.

Jaka Jatim juga mendesak agar penanganan kasus dana hibah, Bank Jatim, PT DABN, Dinas ESDM Jawa Timur, dan dugaan penyimpangan dana BOS dilakukan secara transparan sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan proses hukumnya.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi itu mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Massa menyatakan akan terus mengawal proses penanganan berbagai kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik di Jawa Timur.

BACA JUGA :  Bercucur Air Mata, Bani Insan Peduli Rayakan 1 Tahun Perjalanan Kemanusiaan

Menutup aksinya, Musfiq menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi kinerja aparat penegak hukum dalam membongkar kasus-kasus korupsi di Jawa Timur.

“Jangan ada kesan hukum hanya menyentuh pelaku di lapisan bawah. Jika memang ada alat bukti yang cukup, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat menunggu keberanian aparat dalam mengungkap aktor-aktor besar di balik kasus korupsi yang merugikan negara,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Travel Umrah Bodong Rugikan Warga Pamekasan Ratusan Juta, Pelaku Dibekuk di Pasuruan
FORMAT Gelar Aksi “Darurat Rokok Ilegal Marbol” di Kantor Bea Cukai Madura
“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal
Lautan Massa Sambut H. Khairul Umam di Blumbungan, Istighatsah Akbar Jadi Simbol Dukungan Petani Tembakau
Baru Beraksi, Langsung Tersungkur! Curanmor Masjid Dibekuk 7 Jam oleh Polres Sampang
Babinsa Proppo Kawal Penyaluran Bansos di Desa Badung, Pastikan Tepat Sasaran dan Kondusif
Musfiq Ultimatum KPK, 16 Tersangka Hibah Jatim Diminta Segera Dijebloskan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:39 WIB

Jaka Jatim Tuntut KPK dan Kejati Bongkar Dalang Utama Kasus Korupsi di Jawa Timur

Senin, 1 Juni 2026 - 10:29 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:20 WIB

Travel Umrah Bodong Rugikan Warga Pamekasan Ratusan Juta, Pelaku Dibekuk di Pasuruan

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:14 WIB

FORMAT Gelar Aksi “Darurat Rokok Ilegal Marbol” di Kantor Bea Cukai Madura

Rabu, 15 April 2026 - 11:49 WIB

“Macan Ompong?” Bea Cukai Madura Disemprot Aktivis Soal Pita Cukai Ilegal

Berita Terbaru