Jaka Jatim Geram: Gubernur Jangan Lagi Sembunyi di Balik Kursi Kekuasaan!

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musfiq kordinator jaka jatim saat melakukan aksi.

Musfiq kordinator jaka jatim saat melakukan aksi.

SURABAYA, JATIMZONE.COM | Dugaan korupsi berjamaah kembali membayangi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kali ini, pos Belanja Hibah dan Bantuan Keuangan (BK) Desa dalam APBD Tahun Anggaran 2024 diduga menjadi bancakan sejumlah pejabat, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 50,9 miliar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur dan investigasi oleh Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), ditemukan penyimpangan anggaran mencolok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rinciannya, Rp 17,4 miliar dari Dana Hibah dan Rp 33,4 miliar dari Bantuan Keuangan Desa disinyalir kuat sarat penyelewengan.

BACA JUGA :  Jelajah Kuliner Malang: Surga Rasa yang Wajib Dicoba di Kota Apel

Skandal ini bukan peristiwa tunggal. Sejak 2019, Dana Hibah dan BK Desa selalu mendapat catatan merah dari BPK. Namun alih-alih memperbaiki sistem, Pemprov Jatim justru mempertontonkan kebobrokan tata kelola anggaran secara marathon, tahun demi tahun.

Ironisnya, hingga kini tak satu pun upaya serius dilakukan untuk memperbaiki sistem yang rusak ini.

Lebih mencengangkan lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 21 tersangka pada 5 Juli 2024 dalam kasus dana hibah Jatim. Bahkan, Gubernur Jawa Timur telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada 10 Juli 2025 di Mapolda Jatim.

BACA JUGA :  KPK Jelaskan Alasan Uang Ustaz Khalid Basalamah Tak Dikembalikan ke Jemaah

Koordinator Aksi Jaka Jatim, Musfiq, menyatakan kegeramannya terhadap kondisi ini.

“Sudah enam tahun rakyat Jawa Timur dibohongi. Ini bukan lagi sekadar kelemahan sistem, tapi dugaan korupsi yang masif dan terstruktur. Gubernur tidak bisa lagi bersembunyi di balik pintu kekuasaan. Ia harus bertanggung jawab, karena APBD itu produk kebijakan dia sendiri,” tegas Musfiq dalam orasinya saat aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Graha Jatim, Kamis (7/8/2025).

Musfiq juga menyoroti praktik jual beli proyek dan mutasi kepala OPD yang dinilai transaksional.

“Kami mencium praktik bancakan anggaran yang melibatkan banyak kepala OPD. Gubernur harus berhenti memutasi pejabat dengan cara plaga-plogo. Ini bukan pasar, ini birokrasi,” serunya.

BACA JUGA :  Kemenperin : Fokus Industrialisasi, Aditya Muhamad Bintang Ajak Generasi Muda Siap Terjun Ke Sektor Industri

Tuntutan Keras Jaka Jatim

Dalam pernyataan sikap resminya, Jaka Jatim mendesak dua hal: pembenahan sistem oleh Gubernur dan ketegasan dari KPK.

Kepada Gubernur Jawa Timur:

  1. Segera perbaiki tata kelola dana hibah dan BK Desa sesuai Peraturan Gubernur.
  2. Perintahkan OPD untuk melakukan verifikasi data secara ketat dan melakukan pengawasan melekat.
  3. Hentikan praktik mutasi kepala OPD yang diduga terkait jual beli proyek.

Kepada KPK RI:

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62
Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia
Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam
Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras
Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi
Perbaikan Jalan Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Diduga Asal Jadi
Camat Tambelangan Sampang Soroti Proyek Rabat Beton di Mambulu Barat yang Cepat Rusak
Menimbulkan Kecurigaan, Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp198 Juta di Mambulu Barat Sampang Tak Bertahan Lama

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Razia Besar di Rutan Sampang, Petugas dan Warga Binaan Ikut Tes Urine di Hari Peringatan HBP ke-62

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:37 WIB

Nyalip Bus di Jalan Raya Tlanakan, Mobil XL7 Tabrak Motor Scoopy, Satu Orang Meninggal Dunia

Minggu, 1 Maret 2026 - 00:47 WIB

Diduga Lepas Motor Bodong: Polsek Camplong Sampang Disorot Publik, Dikonfirmasi Kapolsek Bungkam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:22 WIB

Dugaan Penahanan Kartu PKH Mencuat di Desa Banjar Kedungdung Sampang, Eks Kades Bantah Keras

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:02 WIB

Aktivis di Sampang Desak APH Turun Tangan, Proyek Rabat Beton Desa Mambulu Barat Diduga Sarat Korupsi

Berita Terbaru