Potret Nestapa Tiga Generasi di Sampang: Nenek Renta, Anak Dirantai, Cucu Disabilitas

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ibu Ma’e, Muhrimah, dan Pagi, tiga generasi di Sampang yang hidup dalam derita.

Potret Ibu Ma’e, Muhrimah, dan Pagi, tiga generasi di Sampang yang hidup dalam derita.

SAMPANG – Potret memilukan datang dari warga Dusun Pao Baruh, Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang. Dalam sebuah rumah sederhana, tiga generasi hidup dalam derita tanpa sentuhan nyata dari pemerintah.

Adalah Ibu Ma’e, seorang nenek renta yang menua dalam serba kekurangan. Usia senjanya yang seharusnya dijalani dengan tenang justru dihabiskan dengan kesulitan. Hingga kini, ia belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah kabupaten Sampang.

BACA JUGA :  Tiga Bulan Berlalu, Kasus Pencabulan Gadis 17 Tahun di Sampang Masih Gelap

Derita itu kian berat dengan kondisi anaknya, Muhrimah, yang ditemukan hidup dalam belenggu rantai. Belum jelas alasan pasti mengapa ia harus dirantai, namun keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam. Belenggu besi yang menahan geraknya seolah menjadi simbol keterabaian yang menyayat hati.

Tragedi tidak berhenti di sana. Pagi, cucu Ibu Ma’e sekaligus anak dari Muhrimah, juga menyandang disabilitas. Dengan segala keterbatasannya, bocah malang itu hanya bisa bergantung penuh pada neneknya yang sudah renta dan ibunya yang tak berdaya.

BACA JUGA :  Terbongkar! Rokok Es Mild Diduga Milik Bos Besar, Bebas Beredar di Madura

Potret tiga generasi ini menggambarkan wajah lain kehidupan rakyat kecil yang tercecer dari perhatian negara. Di tengah derasnya klaim bantuan sosial, keluarga ini justru hidup dalam lingkaran derita: seorang nenek tanpa jaminan, seorang ibu dalam rantai, dan seorang anak yang lahir dengan disabilitas.

Follow WhatsApp Channel jatimzone.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong
UNIRA Tutup Dies Natalis ke-48 dengan Fun Bike dan Layanan Kesehatan Gratis
Travel Umrah Bodong Rugikan Warga Pamekasan Ratusan Juta, Pelaku Dibekuk di Pasuruan
Babinsa Koramil 0826-13/Pasean Tunjukkan Kepedulian Sosial Lewat Gotong Royong
Tolak Kedatangan Mendikbud RI, PMII Pamekasan Minta Tuntaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan
Babinsa Koramil 0826-02 Tlanakan dan Warga Gotong Royong Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Larangan Tokol
Babinsa Tlanakan Ingatkan Nelayan Pesisir Pamekasan Utamakan Keselamatan Saat Melaut
Sekolah Disegel, Siswa Ketakutan: Publik Murka Dugaan Transaksi Lahan Abaikan Masa Depan Pendidikan

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 10:29 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila, Kodim 0826/Pamekasan Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:38 WIB

UNIRA Tutup Dies Natalis ke-48 dengan Fun Bike dan Layanan Kesehatan Gratis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:20 WIB

Travel Umrah Bodong Rugikan Warga Pamekasan Ratusan Juta, Pelaku Dibekuk di Pasuruan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:14 WIB

Babinsa Koramil 0826-13/Pasean Tunjukkan Kepedulian Sosial Lewat Gotong Royong

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

Tolak Kedatangan Mendikbud RI, PMII Pamekasan Minta Tuntaskan Krisis Pendidikan di Pamekasan

Berita Terbaru

Penyerahan piagam Rekor MURI kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada puncak peringatan Hardiknas 2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Pemerintahan

Ribuan Siswa Ikuti Senam Massal, Pamekasan Bawa Pulang Rekor MURI

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:11 WIB