<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Literasi Digital &#8211; Jatimzone</title>
	<atom:link href="https://jatimzone.com/tag/literasi-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatimzone.com</link>
	<description>Merawat Masa Depan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 10:55:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://jatimzone.com/wp-content/uploads/2025/09/cropped-20250828_233103-32x32.jpg</url>
	<title>Literasi Digital &#8211; Jatimzone</title>
	<link>https://jatimzone.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Bulan Sejak Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Cegah Ratusan Juta Upaya Penipuan Digital </title>
		<link>https://jatimzone.com/populer/tiga-bulan-sejak-diluncurkan-fitur-anti-spam-dan-anti-scam-indosat-cegah-ratusan-juta-upaya-penipuan-digital/</link>
					<comments>https://jatimzone.com/populer/tiga-bulan-sejak-diluncurkan-fitur-anti-spam-dan-anti-scam-indosat-cegah-ratusan-juta-upaya-penipuan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seno Bagaskara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 10:55:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Populer]]></category>
		<category><![CDATA[AIvolusi5G]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat Ooredoo Hutchison]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[scam message]]></category>
		<category><![CDATA[spam call]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatimzone.com/?p=4544</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, 24 November 2025 — Di tengah meningkatnya kejahatan digital dan maraknya panggilan spam serta pesan scam yang merugikan masyarakat, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, 24 November 2025 — Di tengah meningkatnya kejahatan digital dan maraknya panggilan spam serta pesan scam yang merugikan masyarakat, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkuat komitmennya dalam melindungi pelanggan melalui penerapan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di jaringannya.</p>
<p>Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.</p>
<p>Inovasi ini menjadi bagian dari perjalanan AIvolusi5G Indosat, sebuah sinergi antara kecanggihan AI dan jaringan 5G, yang dirancang untuk menciptakan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan.</p>
<p>Bekerja secara otomatis di tingkat jaringan, sistem ini mampu menyaring panggilan dan pesan mencurigakan tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau perangkat khusus.</p>
<p>Urgensi akan perlindungan digital juga ditekankan oleh laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 yang dirilis pada akhir Agustus lalu. Laporan tersebut mencatat bahwa 66% orang dewasa di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14% di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun (setara USD3,3 miliar).</p>
<p>Sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung (direct-message), seperti pesan instan (instant-messaging) dan SMS. Selain dampak finansial, 51% orang yang menjadi korban penipuan menyatakan mengalami stres akibat hal tersebut.</p>
<p>Bilal Khazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri. Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.”</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatimzone.com/populer/tiga-bulan-sejak-diluncurkan-fitur-anti-spam-dan-anti-scam-indosat-cegah-ratusan-juta-upaya-penipuan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Penipuan Online: Polri Imbau Tingkatkan Keamanan Digital Hadapi Modus Baru</title>
		<link>https://jatimzone.com/news/waspada-penipuan-online-polri-imbau-tingkatkan-keamanan-digital-hadapi-modus-baru/</link>
					<comments>https://jatimzone.com/news/waspada-penipuan-online-polri-imbau-tingkatkan-keamanan-digital-hadapi-modus-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Amel Hariani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 10:11:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Modus Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan Online]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Data Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatimzone.com/news/waspada-penipuan-online-polri-imbau-tingkatkan-keamanan-digital-hadapi-modus-baru/</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Kepolisiaegara Republik Indonesia (Polri) kembali menyerukan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan online yang semakin marak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> – Kepolisiaegara Republik Indonesia (Polri) kembali menyerukan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan online yang semakin marak dan canggih. Gelombang kejahatan siber ini, yang terus berevolusi dengan berbagai modus baru, menjadi momok serius yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial, pencurian data pribadi, hingga trauma psikologis bagi korbaya di berbagai platform digital.</p>
<p>Peringatan ini menjadi relevan seiring dengan meningkatnya interaksi masyarakat di dunia maya, baik untuk transaksi ekonomi, komunikasi, maupun hiburan. Para pelaku kejahatan memanfaatkan celah minimnya literasi digital dan kelengahan pengguna untuk melancarkan aksinya.</p>
<h2>Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai</h2>
<p>Kombes Pol. Arya Dharma, Kepala Subdirektorat Kejahatan Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa modus penipuan online saat ini tidak lagi hanya sebatas penipuan undian atau hadiah. “Kejahatan siber, khususnya penipuan online, terus berevolusi. Pelaku semakin canggih dalam memanipulasi psikologi korban dan memanfaatkan celah keamanan data,” tegas Kombes Arya dalam sebuah wawancara di Jakarta, Rabu (15/5/2024).</p>
<p>Beberapa modus penipuan yang kini marak dan perlu diwaspadai antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Phishing dan Smishing:</strong> Modus ini melibatkan pengiriman tautan palsu melalui email (phishing) atau SMS (smishing) yang menyerupai institusi resmi seperti bank, e-commerce, atau pemerintah. Tautan tersebut dirancang untuk mencuri kredensial login atau informasi pribadi laiya.</li>
<li><strong>Penipuan Berkedok Undangan Digital/APK:</strong> Korban diminta mengunduh file berekstensi APK (aplikasi Android) yang dikirim melalui aplikasi pesan, berkedok undangan pernikahan, surat tilang, atau paket. Aplikasi tersebut sebenarnya adalah malware yang dapat mencuri data perbankan dan data pribadi laiya.</li>
<li><strong>Modus Social Engineering (Rekayasa Sosial):</strong> Penipu berpura-pura menjadi pihak yang dikenal korban (misalnya, teman yang meminta pinjaman), atau mengaku sebagai petugas bank, polisi, atau instansi lain untuk meminta kode OTP, PIN, atau data pribadi dengan dalih verifikasi atau pemblokiran akun.</li>
<li><strong>Investasi Bodong dan Arisan Online Fiktif:</strong> Penawaran investasi dengan keuntungan fantastis dalam waktu singkat atau arisan online yang menjanjikan pengembalian modal tinggi. Ujung-ujungnya, pelaku membawa kabur dana nasabah.</li>
<li><strong>Penipuan Berkedok Lowongan Kerja Palsu:</strong> Pelaku menawarkan pekerjaan impian dengan gaji tinggi, kemudian meminta korban membayar biaya administrasi atau pembelian alat kerja fiktif.</li>
<li><strong>Romance Scam:</strong> Penipu membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial atau aplikasi kencan, kemudian mulai meminta bantuan finansial dengan berbagai alasan palsu.</li>
<li><strong>QRIS Palsu:</strong> Modus baru di mana pelaku mengganti kode QRIS di tempat-tempat umum (seperti kotak amal atau restoran) dengan kode QRIS milik mereka, sehingga dana sumbangan atau pembayaran masuk ke rekening penipu.</li>
</ul>
<blockquote><p>“Masyarakat harus selalu skeptis terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan atau permintaan informasi pribadi yang tidak wajar. Ingat, bank atau instansi resmi tidak akan pernah meminta PIN, OTP, atau kata sandi Anda,” tegas Kombes Arya.</p></blockquote>
<h2>Tips Pencegahan untuk Masyarakat</h2>
<p>Pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman penipuan online. Literasi digital dan kewaspadaan diri menjadi benteng pertahanan pertama dan terpenting. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan oleh masyarakat:</p>
<ul>
<li><strong>Verifikasi Informasi:</strong> Jangan mudah percaya terhadap pesan, telepon, atau tawaran yang mencurigakan. Selalu verifikasi kebenaran informasi melalui saluran resmi.</li>
<li><strong>Jangan Klik Tautan Sembarangan:</strong> Hindari mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan, terutama yang berekstensi .apk atau .exe.</li>
<li><strong>Jaga Kerahasiaan Data Pribadi:</strong> Jangan pernah membagikan PIN, OTP, password, atau kode CVV kartu kredit kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank atau institusi resmi.</li>
<li><strong>Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda:</strong> Buat kata sandi yang unik dan kompleks untuk setiap akun online Anda, dan aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia.</li>
<li><strong>Periksa Keamanan Situs Web:</strong> Pastikan situs web yang Anda kunjungi memiliki “https://” di awal alamat URL dan ikon gembok di browser, yang menunjukkan koneksi aman.</li>
<li><strong>Hati-hati terhadap Tawaran Fantastis:</strong> Bersikap kritis terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan, seperti investasi dengan keuntungan tidak masuk akal atau undian tanpa partisipasi.</li>
<li><strong>Perbarui Perangkat Lunak:</strong> Pastikan sistem operasi dan aplikasi di perangkat Anda selalu diperbarui untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaru.</li>
<li><strong>Laporkan Jika Menjadi Korban:</strong> Jika Anda atau orang terdekat menjadi korban penipuan online, segera laporkan ke pihak berwajib dan hubungi bank atau penyedia layanan terkait untuk memblokir akun atau transaksi.</li>
</ul>
<h2>Langkah Kolektif Menuju Keamanan Digital</h2>
<p>Meningkatnya kasus penipuan online ini juga menjadi alarm bagi semua pihak, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga penyedia platform digital, institusi keuangan, dan seluruh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatimzone.com/news/waspada-penipuan-online-polri-imbau-tingkatkan-keamanan-digital-hadapi-modus-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
