Kontraktor Gigit Jari: Pekerjaan Tuntas, Dua Bulan Dana PEN Ngendap

  • Bagikan
Ilustrasi Kontraktor Google.com

JATIMZONE.COM Para kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tahun 2020 yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) di Pamekasan terpaksa harus gigit jari.

Penyebabnya, hingga pertengahan Februari tahun 2021, pemkab Pamekasan belum melakukan pencairan.

“Sampai saat ini Pemda belum ada pembayaran terhadap pihak rekanan dengan alasan menunggu hasil review dari inspektorat, begitupun dengan anggaran program Dana Insentif Daerah ( DID )” kata salah satu kontraktor. Jum’at, (12/02/2021).

BACA JUGA :  Surat Edaran Tahlil Bersama, Bupati dan Sekdakab Pamekasan Buat Surat Edaran Sendiri-Sendiri

Ia menyebut, pekerjaan sudah tuntas 100% dan semua berkas sudah diserahkan pada dinas PUPR Pamekasan sejak akhir tahun 2020. Hanya saja belum ada kepastian untuk para kontraktor.

“Sepertinya pengendapan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Pamekasan ada kesengajaan,” katanya.

ia berharap, pemerintah agar mengambil langkah yang cepat untuk pembayaran. Sehingga, segala tanggungan bisa terselesaikan.

BACA JUGA :  Forkopimda Jatim Bagikan 25 Ribu Masker Gratis

“pemerintah seharusnya menyadari akan kewajibannya ketika pekerjaan itu selesai seharusnya langsung dilakukan pembayaran,” ujarnya.

Untuk diketahui, pemkab Pamekasan mendapatkan jatah sekitar 150 miliar dari pemerintah pusat.

Dari 150 miliar 130 miliar untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan yang kelola PUPR , 7 miliar berada pada dinas Perhubungan dan 15 miliar dikelola oleh dinas Perindustrian dan Perdagangan.

BACA JUGA :  Kapolres Pamekasan Pimpin Giat Lat Pra Ops Keselamatan Semeru 2021

Dana PEN yang merupakan dana pinjaman dari pemerintah pusat tanpa bunga yang diperuntukkan sebagai dana pemulihan ekonomi rakyat serta dana PEN yg dari tujuan nya untuk segera membantu memulihkan ekonomi masyarakat, ternyata justru terhambat pencairan nya karena alasan tertentu.

  • Bagikan