Jelang Pilkades Serentak di Pamekasan, Ketua YCRS Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiah

  • Bagikan
Foto Klausa Ketua Yayasan Cahaya Rahmana Semesta (YCRS) Pamekasan Nurrahman.

PAMEKASAN – Jelang Pilkades serentak 20 September mendatang, riak-riak politik di perdesaan mulai muncul ke permukaan. Masyarakat yang notabene ummat islam, diingatkan untuk melakukan antisipasi  dini agar suhu politik tetap stabil.

Seperti dimaklumi suhu politik di Madura sering kali menjadi sangat panas, bahkan tak terkendali sehingga menyebabkan permusuhan berkepanjangan hingga berujung bentrok fisik.

Ketua Yayasan Cahaya Rahmana Semesta (YCRS) Pamekasan Nurrahman melihat dalam beberapa tahun terakhir, tingkat friksi masyarakat akibat pemilihan pejabat publik, khususnya Pilkades sangat parah.

Itu terjadi karena rendahnya kedewasaan politik masyarakat. Harus disadari bahwa tujuan pemilihan untuk memilih satu yang terbaik dari semua calon.

Menurutnya  semua warga bebas mencalonkan diri. Bebas memilih dan dipilih. Tapi Jangan sampai memaksakan kehendak. Hemat dia mencalonkan diri tidak harus menjadi pemenang.

“Jika ada kesadaran demikian, tentu tidak akan ada praktik menghalalkan segala cara untuk menang, ” Gugah Nurrahman.

BACA JUGA :  Mabes Polri Hadirkan Juru Bicara Isyarat untuk Kaum Difabel

Kesadaran tersebut, lanjut Rahman akan mengakar kuat jika dilandasi oleh semangat ukhuwah islamiah. Terlebih lagi masyarakat Madura notabene beragama islam. Dikenal taat beragama.

Bahkakn Madura disebut-sebut sebagai Serambi Madinah, sejajar dengan Aceh dengan jukukan Serambi Mekah. Mekah dan Madinah adalah dua kota suci ummat Islam.

“Jika berpolitik diandasi semangat ukhuwah islamiah, maka menjaga dan merawat ukhuwah akan  menjadi prioritas,” katanya.

Semangat ukhuwah islamiah, lanjut dia, mengajarkan bahwa ummat islam satu dengan lainnya itu bersaudara. Orang islam satu dengan lainnya dalam berkasih sayang bagai satu tubuh, apabila ada bagian tubuh sakit, bagian tubuh yang lain turut merasakan sakit. Begitu juga bagai satu bangunan, satu dan lainnya saking menguatkan.

“Bahkan yang sangat luar biasa Nabi Muhammad SAW mengajarkan, tidak sempurna iman seorang mukmin hingga dia mencintai mukmin lainnya seperti mencintai dirinya sendiri,” tegas pria yang akrab disapa Mamang ini.

BACA JUGA :  Petugas Gabungan TNI-POLRI Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor di Pamekasan

Dengan begitu, jelas bahwa muslim satu dengan lainnya tidak boleh saling iri, dengki. Saling menjegal dan menjatuhkan. Kontestasi harus dilakukan secara sehat dengan mengedepankan prinsip kejujuran dan keadilan mulai pra hingga pasca pemilihan.

“Ingatlah lawan politik sebetulnya adalah kawan atau saudara politik karena sesama umat islam, ”  kata dia.

Dengan demikian, cara-cara politik tidak jujur, curang, menghalalkan segala cara hingga money politic tidak akan dilakukan karena menciderai semangat ukhuwah islamiah. Ketika Semangat ukhuwah islamiah sudah dicederai, pasti akan timbul friksi yang menyebabkan gesekan-gesekan di masyarakat.

Situasi demikian sudah sering kali terjadi. Hubungan antar kerabat, keluarga, tetangga, teman pecah akibat kejahilan serta minimnya kesadaran politik. Hingga sekarang sudah tidak terhitung masyarakat yang terlibat konflik hingga berujung bentrok fisik. Korban pun berjatuhan.

“Coba lihat dan renungkan bagaimana kerusakan dahsyat yang terjadi akibat menerobos niiai ukhuwah islamiah,”  kata Mamang mengingatkan.

BACA JUGA :  Kasatreskrim Polres Pamekasan Berikan Reword Kepada Dua Anggotanya

Lebih jauh dia mengigatkan para calon dan tim untuk mengendalikan diri, ingat kembali akan tujuan dari pilkades, yakni untuk memilih satu calon terbaik untuk memimpin desa agar desa menjadi semakin baik dari berbagai aspek pembangunan.

Berilah kesempatan masyarakat untuk menentukan pilihannya tanpa iming-iming. Uang dan atau apapun bentuknya. Bangunlah kesadaran masyarakat untuk jernih melihat track record, kapasitas dan kapabilitas para calon.

Begitu juga panitia pilkades bekerjalah dengan mengedepankan prinsip independensi. Melaksanakan tugas secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan. Itu semua bagian dari menjaga ukhuwah islamiah.

“Kami juga akan selalu  mendukung  tokoh ummat, para ulama, kiai maupun ustad  untuk menyadarkan masyarakat sebagai pemilih agar menomor satukan ukhuwah islamiah dalam kontestasi pilkades serentak tahun ini,”  Tandas alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar, Palengaan, Pamekasan, Madura.

  • Bagikan