Jaka Jatim Korda Pamekasan Berikan Sembako pada Warga Terdampak Covid-19

  • Bagikan
Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Pamekasan blusukan memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19.

PAMEKASAN,- Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Pamekasan blusukan memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 di daerah Kecamatan Kota dan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Sasaran bantuan sembako tersebut untuk fakir miskin, lansia, Janda serta warga isolasi mandiri (isoman). Sementara bantuan sembako yang diberikan langsung berupa Beras, Masker dan vitamin C.

BACA JUGA :  Sembako Gratis Dari Dinas Kesehatan Sumenep Ditengah Pandemi Covid-19

Pembagian sembako itu sebagai percepatan penanganan Covid-19 oleh Jaka Jatim Korda Pamekasan. Karena banyak masyarakat tidak punya penghasilan dampak penerapan PPKM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa-Bali yang akan berlaku mulai 3-20 Juli 2021.

Musfiq, ketua Jaka Jatim korda Pamekasan, mengatakan bahwa kegiatan pembagian sembako ini hanya semata-mata membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

BACA JUGA :  Lawan Covid-19, Bupati Sampang Berbaur, Bupati Pamekasan Bersholawat

“Kagiatan ini diserahkan ke warga yang tinggal di pemukiman masuk ke gang-gang kecil di daerah Tlanakan, Kabupaten Pamekasan,”kata Musfik.

Musfiq yang dijuluki sebagai aktivis kondang ini mengaku merasa terpanggil untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Pamekasan ini.

“Jaka Jatim Korda Pamekasan sebagai mitra dari masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk berbagi,”pungkasnya.

BACA JUGA :  Datangi Sekolah, Polisi di Pamekasan Bagikan Masker dan Kampanye Prokes

Dalam kegiatan tersebut Musfik, berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tetap mengikuti anjuran Pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat, harus tetap melaksanakan 5M. Mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas,”ungkap aktivis yang dipanggil Musfiq Inthegeng.

  • Bagikan