Diduga Serangan Jantung, Seorang Pria Buruh Tebang Tebu di Situbondo Meninggal Dunia Disawah

  • Bagikan
Diduga Serangan Jantung, Seorang Pria Buruh Tebang Tebu di Situbondo Meninggal Dunia Disawah.

SITUBONDO, Jatim Zone – Diduga akibat serangan jantung, seorang pria buruh tebang tebu, meninggal dunia saat hendak mengangkut dan menaikan tebu keatas truk di area persawahan, Dusun Somporan, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Pria yang diketahui bernama Sunar safii (50) warga Kampung Pelabuhan, Desa agel, Kecamatan Jangkar, Situbondo ini, sehari hari bekerja sebagai buruh tebang tebu ditemukan meninggal dunia oleh beberapa teman kerjanya saat hendak menaikan tebu keatas truk, siang tadi sekitar pukul 12.15 WIB.

BACA JUGA :  Tolak Pengeboran Migas, Sejumlah Nelayan di Pamekasan Rayakan HUT RI dengan Tabur Bunga

“Sebelumnya korban mengeluh sakit kepala, setelah selesai menebang tebu korban bersama teman lainnya hendak mengangkut tebu untuk dinaikan keatas truk. Saat memikul tebu tersebut, tiba tiba korban roboh, setelah ditolong oleh teman teman, korban sudah tidak bernyawa,”ucap Aji salah satu teman buruh tebang korban, Rabu (12/8/2021).

Mengetahui korban meninggal, lanjut Aji, pihaknya langsung memberitahukan ke pemborong tebu dan dilanjutkan melaporkan kejadian ini ke Polsek Asembagus.

BACA JUGA :  Pasca Pernyataan Camat Batang-Batang Sumenep, Dua Sapi Milik Warga Hilang

“Selang beberapa saat kemudian anggota polsek Asembagus tiba dilokasi bersama ambulan dan petugas medis puskesmas Jangkar, langsung mengevakuasi jenasah korban ke RSU Asembagus,”tuturnya.

Kapolsek Asembagus AKP Achmad Sulaiman membenarkan, dengan meninggalnya salah satu buruh tebang tebu diarea persawahan tersebut.

“Setelah menerima laporan, anggota kami langsung ke lokasi bersama tim medis. Selain meminta keterangan dari sejumlah saksi dilokasi, guna untuk mengetahui penyebab kematiannya, anggota dibantu warga langsung mengevakuasi jenasah korban ke rumah sakit,”jelasnya.

BACA JUGA :  Demi Cegah Pandemi Virus Corona, Forkopimka Pakong Rutin Lakukan Apel Siaga dan Sosialisasi

Dari hasil pemeriksaan medis, sambung AKP Achmad Sulaiman, tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian korban.

“Kami masih menunggu hasil VER jenasah dari rumah sakit. Kesimpulan sementara, sangat mungkin korban mengidap penyakit dalam (Jantung). Jenasah korban langsung kami serahkan ke pihak keluarganya, dan korban langsung dibawa pulang kerumah tempat asalnya di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo untuk dimakamkan,”terangnya.

  • Bagikan