Pemkab Pamekasan Beri Pelatihan Pembuatan Rokok

  • Bagikan
Para peserta akan dilatih mulai proses awal pembuatan rokok hingga finishing atau packaging.

PAMEKASAN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur benar-benar ingin meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya di tengah pandemi covid-19 dengan aneka program yang dicanangkan untuk kesejahteraan mereka.

Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan DPMPTSP Naker Pamekasan, Supriyanto mengungkapkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pabrik rokok untuk mengadakan pelatihan bagi masyarakat dan petani tembakau secara khusus apabila ingin menjadi buruh di pabrik rokok.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan ini menambahkan, pihaknya menargetkan 220 peserta dalam pelatihan tersebut dengan 12 paket pelatihan.

BACA JUGA :  Berbagi Sesama, Komunitas ASEPSAP Santuni Janda Tua di Desa Larangan Badung

Para peserta akan dilatih mulai proses awal pembuatan rokok hingga finishing atau packaging. Sehingga mereka benar-benar siap ketika nantinya bekerja di pabrik rokok.

“Kita telah menjalin kerja sama dengan beberapa pabrik rokok, kita langsung latih di pabrik rokok, nanti kita upayakan yang telah mengikuti pelatihan diturunkan di beberapa pabrik rokok di Pamekasan” tandasnya.

Dia mengaku, sejatinya pelaksanaan pelatihan itu akan direalisasikan Agustus 2021 lalu, namun rencana itu terkendala perubahan penganggaran dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM. Pihaknya menargetkan September mendatang pelatihan tersebut sudah bisa terealisasi sesuai harapan.

BACA JUGA :  Minimnya Minat Masyarakat Naik Pesawat, Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Sepi Penumpang

Program WUB tahun 2021 secara keseluruhan menargetkan 1.600 peserta sesuai dengan pelatihan yang mereka ambil.

Seperti pelatihan memproduksi sarung, songkok, makanan ringan dan pelatihan lainnya yang mereka inginkan. Termasuk pelatihan menjadi pekerja di pabrik rokok tersebut.

WUB menjadi program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk menciptakan 10.000 pengusaha baru selama kepemimpinannya. Dari pelatihan yang digelar sejak tahun 2020, sekitar 60 persen diantaranya telah mampu memproduksi sendiri.

BACA JUGA :  Penyerobotan Tanah Merupakan Tindakan Kriminal Oleh: Dr. S. Adi Suparto, Drs, M.Pd, SH.

Selain menfasilitasi pelatihan, Pemkab Pamekasan juga memberikan bantuan alat, bantuan modal dengan bunga nol persen selama setahun hingga fasilitasi pemasaran, mulai pemasaran offline hingga pemasaran online yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini berjalan lancar sesuai harapan, sehingga nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Pamekasan” pungkasnya.

  • Bagikan