Update Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, 7 Kecamatan Masuk Zona Kuning

  • Bagikan
Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan (Foto: Pemkab Pamekasan).

PAMEKASAN,- Sebanyak tujuh Kecamatan di kabupaten Pamekasan masuk zona kuning alias zona dengan katagori rendah sebaran Covid-19 yang kembali naik dalam sebulan sebulan terakhir.

Hal itu berdasar update peta sebaran virus corona yang dikeluarkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan, Kamis (22/7/2021) kemarin. Di mana zona kuning lebih banyak dibanding zona orange alias zona katagori sedang sebaran Covid-19.

Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Batumarmar, Galis, Kadur, Pagantenan, Pakong, Palengaan dan Waru. Sedangkan 6 (enam) kecamatan lainnya tercatat sebagai zona orange, meliputi Larangan, Pademawu, Pamekasan (Kota), Pasean, Proppo dan Tlanakan.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Bengkel di Pasar Pakong Kebakaran

“Dari total 13 kecamatan di Pamekasan, tujuh di antaranya terdata sebagai zona kuning atau zona dengan katagori rendah sebaran Covid-19,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, Arif Rachmansyah, Jum’at (23/7/2021).

Bahkan untuk situasi sebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur, Pamekasan bersama dua kabupaten lain di Madura, yakni Sampang dan Sumenep, terdata sebagai zona orange sebaran Covid-19.

BACA JUGA :  Reklamasi di Desa Ambat Diduga Ilegal, FARA Demo DPRD Pamekasan

“Total angka kasus pasien positif Covid-19 di Pamekasan sebanyak 1.751 orang sejak awal pandemi,” ungkapnya.

“Jumlah tersebut meliputi sebanyak 1.343 orang pasien sembuh, 141 orang meninggal dunia, serta sebanyak 267 orang dalam tahap isolasi atau dengan status kasus aktif,” sambung pria yang akrab disapa Pak Arif.

BACA JUGA :  Gerindra Bersama PT Arab Wings Cegah Penyebaran Covid-19 Dengan Penyemprotan Disinfektan

Dari itu pihaknya kembali mengingatkan sekaligus mengimbau seluruh masyarakat, agar selalu waspada serta selalu menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Hal ini tentunya dibutuhkan peran serta masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

“Karena kami meyakini tidak mungkin pandemi ini berakhir tanpa ikhtiar bersama, termasuk peran serta masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah,” pungkasnya.

  • Bagikan