Delapan Titik Jalan Raya di Sumenep Disekat Selama PPKM Darurat 

  • Bagikan
WAWANCARA: Kasi PHU Kemenag Sumenep, Innani Mukarromah, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (MaduraPost/M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Covid-19 yang berlangsung sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai sudah berjalan maksimal.

Pasalnya, ada sebanyak delapan titik yang dilakukan penyekatan demi menghindari adanya kerumunan menuju arah Kota Sumenep. Diantaranya jalan Arya Wiraraja, Kecamatan Batuan, Jalan Asta Tinggi, Jalan Diponegoro, area taman Adipura Sumenep, Rumah Dinas Bupati, Jalan Raya Gapura, dan Jalan Raya Lingkar timur.

BACA JUGA :  Akhir Tahun 2020, DPRD Sumenep Tetapkan Dua Raperda Sekaligus

Kasatlantas Polres Sumenep, AKP. Lamudji menjelaskan, giat penyekatan menuju kawasan Kota Sumenep tersebut akan berlangsung selama masa penerapan PPKM darurat Covid-19 berlangsung. Pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada perpanjangan PPKM darurat pada akhir bulan Juli 2021 mendatang.

“Mungkin tindaklanjutnya masih menunggu perintah pusat,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Kamis (8/7).

BACA JUGA :  Alumni PP Miftahul Ulum Panyepen Minta Polres Pamekasan Segera Tangkap Penghina KH. Mudatstsir

Dari penyekatan itu, setiap pos melibatkan petugas meliputi Polri, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Sumenep. Jadwal penyekatan pun menggunakan sistem bergilir, yakni sejak pukul 07. 00 WIB hingga 16.00 WIB, dan pukul 17.00 hinga 21.00 WIB.

“Efektifnya itu untuk mengurangi pembatasan kerumunan yang di dalam Kota,” jelasnya.

BACA JUGA :  Di Pamekasan, PPP Masuk Desa Bagi-bagi Sembako, Penerima Bersyukur

Menurutnya, sistem PPKM darurat Covid-19 yang terpenting adalah penutupan untuk wilayah Kota. Pihaknya menilai jika masyarakat Sumenep khususnya sudah mulai paham.

“Tapi jika masyarakat mau belanja lewat jalan-jalan kecil kan bisa. Kalau sesuai intruksi Polda, kalau ada mobil luar Kota harus menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM), dan surat tes rapid. Kalau khusus masyarakat Sumenep ya nggak usah,” tukasnya.

  • Bagikan