FKMS Demo Polres Sumenep Soal Kasus Dinkes

  • Bagikan
RICUH. Ketua FKMS ricuh dengan polisi saat tahu anggota diciduk polisi. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Tepat di hari lahir Pancasila yang jatuh pada Selasa 1 Juni 2021, mahasiswa yang mengatasnamakan Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) gelar aksi tunggal di Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Aksi tunggal tersebut digelar oleh satu anggota FKMS, Abdul Mahmud, di depan Mapolres setempat. Sayangnya aksi itu tak berlangsung lama sebelum akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Abdul mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai refleksi kelahiran Pancasila, sekaligus menyoal salah satu kasus yang tak kunjung selesai di Bumi Sumekar itu, yakni kongkalikong dugaan korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Terkesan Landai Sikapi Tambak Udang Ilegal, Audiensi Mahasiswa Dipending

“Saya ingin menyampaikan, ini momentum kesakralan bagi kita bangsa Indonesia, lebih-lebih mahasiswa. FKMS mengkaji keadilan di Sumenep. Institusi di Kabupaten Sumenep lemah menegakkan hukum seadilnya-adilnya. Sementara maling ayam, maling telur, diberikan hukuman seberat-beratnya,” ucap Korlap aksi tersebut, saat diwawancara sejumlah media, Selasa (1/6)

BACA JUGA :  Diduga Lantaran Persoalan Hutang, Perempuan di Pamekasan Dihajar Hingga Babak Belur

Meski begitu, dia menyadari jika aksi tersebut telah melanggar aturan yang ada, yakni Undang-Undang (UU) nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian aspirasi keterbukaan publik.

“Ini memang melanggar aturan. Kita menyampaikan aspirasi di objek vital, yakni pada hari libur nasional. Tapi ini menurut saya adalah hal yang lebih subtantif lagi bagaimana menyampaikan kepastian hukum pada masyarakat Sumenep,” katanya.

BACA JUGA :  Berbekal Pistol, Perempuan Berstatus PPK di Sumenep Diculik Mantan Kekasihnya

Sementara itu, menurut polisi aksi yang dilangsungkan mahasiswa tersebut mutlak telah melanggar aturan menyampaikan aspirasi di muka umum.

“Mahasiswa ini sudah tidak sejalan dengan menyampaikan pendapat dari aturan yang ada, maka kami bubarkan,” terang Waka Polres Sumenep, Kompol Palma Fitria Fahlevi pada media.

Untuk diketahui, hingga berita ini dinaikkan, sejumlah mahasiswa turut diamankan oleh polisi berikut atribut demonstrasi.

  • Bagikan