Sarat Nepotisme, Keluarga Kades Bindang Diduga Bagi-bagi Jabatan Desa

  • Bagikan
MENAWAN. Moh. Zainur Rifandi Yusuf (16), saat berfoto bersama karya hasil tangannya sendiri yakni lukisan Gus Dur. (M.Hendra.E)

PAMEKASAN, MaduraPost – Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diduga ada unsur nepotisme.

Pasalnya, suami dari Kepala Desa (Kades) Bindang Juhairiyah, bernama Ach Niwer Abidin diketahui juga menjadi salah satu anggota BPD terpilih periode 2021-2026. Yang hal itu menjadi polemik pada berbagai kalangan.

BACA JUGA :  Pembentukan BPD Bindang Sarat Nepotisme, FAAM Akan Temui DPRD Pamekasan

Menurut Ketua FAAM Koord Madura Raya Abdul Basit mengatakan, jika yang bersangkutan Niwer itu jadi BPD karena memang hasil pemilihan secara demokratis dan transparan, maka hal itu dikatakannya sah-sah saja.

“Akan tetapi jika beliau (Niwer, red) menjadi BPD karena hasil Request dari istrinya selaku Kades, maka hal itu tidak boleh dan jelas melabrak atau bertentangan dengan amanah Undang-undang,” katanya, Jum’at (28/6/2021).

BACA JUGA :  Proyek di Kelurahan Gladak Anyar Kota Pamekasan Diduga Menyimpang Dari Aturan

Sebagaimana dijalaskan dalam Pasal 1 ayat 5 UU no 28 tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“Konteksnya adalah Nepotisme yang akan menguntungkan keluarga dan atau kroninya di atas kepentingan masyarakat,” imbuh Basit (sapaan akrabnya).

BACA JUGA :  Janda di Kecamatan Pasean Diduga Jadi Korban Pemerkosaan, Kini Hamil 5 Bulan

Sementara itu, melalui hubungan telepon selulernya Camat Pasean Munafik mengatakan, kalau hal itu tidak menyalahi aturan.

“Hal itu tidak menyalahi regulasi,” pungkasnya singkatnya.

  • Bagikan