Anggota DPRD Bangkalan Jadi Tersangka Kasus Penembakan

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – Kepolisian Resort Bangkalan, Jawa Timur, menetapkan Anggota DPRD Bangkalan dari Fraksi Partai Gerindra berinisial H sebagai tersangka kasus penembakan.

Hal tersebut menyusul setelah dua tersangka sebelumnya berinisial S dan M terlebih dahulu ditetapkan polisi. Meski sudah jadi tersangka, sayang polisi masih belum mengamankan H.

L ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan pada Minggu (28/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya di Dusun Lebak Barat, Desa Sepulu, Kecamatan Sepulu.

BACA JUGA :  Tolak UU Omnibus Law, Demonstran Duduki Gedung DPRD Bangkalan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, korban dari kasus ini merupakan salah seorang residivis berinisial L yang diduga mencuri sepeda motor di sebuah toko usaha miliknya.

Pasalnya, H dengan dua karyawannya S dan M mendatangi rumah L untuk mengklarifikasi dugaan kasus pencurian tersebut. Di sana mereka membawa bukti rekaman yang tertangkap di CCTV.

BACA JUGA :  Pemkab Bangkalan Pangkas Anggaran Program PBID Tahun 2020 Mencapai Rp 2 M

“Di rumah korban inilah perselisihan dimulai hingga memicu peristiwa penembakan,” kata AKP Sigit, Jumat (21/5).

Semula polisi menyidik dua saksi S dan M hingga ditetapkan jadi tersangka. Namun seiring dengan pengembangan kasus, ternyata ada watak lain yang ikut terlibat yakni H yang tak lain adalah anggota DPRD.

BACA JUGA :  Bawaslu Sebut Pemasangan APK Pilbup Sumenep Langgar PKPU

Proses penetapan H sebagai tersangka melalui prosedur pemanggilan secara berulang. Tepatnya tanggal 15 Mei, H kemudian menyerahkan diri dan saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan.

“Untuk saksi-saksi kita periksa lagi, kita periksa tambahan-tambahan soal keterangan yang belum sinkron,” ujarnya.

  • Bagikan