Klebun Morleke Komentari Selebgram “Rakyat Jelata” di Sampang

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost – Beberapa hari ini publik dihebokan dengan salah seorang tiktokers (pengguna tiktok) dengan akun bernama (novitasr_02) yang mengatakan “rakyat jelata” terhadap para pengunjung wisata yang berada di Pantai Camplong Sampang.

Seketika itu juga akun dengan nama tersebut langsung menjadi perhatian netizen dijagad maya. Beberapa komentar langsung diarahkan terhadap akun tiktok dengan pengikut lebih 4M tersebut. Tak hanya akun tiktoknya, sosial media di instagramnya (IG) juga menjadi sasaran kekesalan warganet. Komentar sinis langsung menghiasi dinding feed di instagram yang memiliki pengikut lebih dari 170 ribu followers.

BACA JUGA :  Mengembalikan Kejayaan Pulau Garam Madura, Begitu Kata Direktur Utama PT.Garam (Persero)

Melihat fenomena viral tersebut, Youtuber asal Kabupaten Sampang yang dikenal dengan nama Klebun Morleke juga memberikan komentar terhadap Selebgram tersebut. Menurutnya ucapan “rakyat jelata” tersebut membuat pro-kontra dikalangan para konten kreator.

“Kabar itu benar-benar membuat geram beberapa konten kreator Madura dan menuai pro-kontra. Bahkan, saya selaku pegiat atau konten kreator youtube juga diminta angkat bicara.

“Prihal perkataan “di sini banyak rakyat jelata” benar sudah klarifikasi, pihak terkait sudah meminta maaf, juga menjabarkan makna dan tujuan perkataannya yang katanya tidak ada niatan menyinggung. Namun, permasalahannya di sini bukan Definisi Rakyat Jelata atau Tujuan dari perkataanya. Yang jadi masalah di sini adalah dampak sosialnya. Dan perlu diketahui bahwa sebenarnya untuk membuat orang lain tersinggung, tak perlu niat untuk menyinggung,” ucapnya kepada MaduraPost, Minggu (16/05/2021).

BACA JUGA :  Herman, Jaringan Narkoba Asal Sokobanah Diancam Pidana Penjara 20 Tahun

Pemilik akun Youtube Mata Pena tersebut menambahkan, Seharusnya sebagai publik figur harus mengantongi 3B, yang salah satu di antaranya adalah BEHAVIOR (tingkah laku/sikap).

“Jadi tidak cukup bila publik figur hanya bermodal kreatifitas, fashionable juga paras. Publik figur harus bisa menjaga sikap, membaca dampak dari unggahannya di media sosial,” imbuhnya.

BACA JUGA :  H. Zamahsyari, Anggota DPRD Pamekasan Apresiasi Perubahan Status STAI-MU Menjadi IAI-MU Panyeppen Pamekasan

Pria dengan nama asli Ken Madzkur tersebut juga berharap kepada semua konten kreator di Madura dan Kabupaten Sampang khususnya untuk tetap menjaga kearifan lokal yang berada di Madura dengan menjunjung tinggi moralitas.

“Harapan saya selaku pegiat atau konten kretor youtube, semoga para keator daerah mampu memberi sumbangsih pada daerah, mengharumkan nama Madura pada umumnya, dan Sampang khususnya dengan sajian kreasi yang menjunjung tinggi nilai estetik, moralitas, juga pencerdasan publik. Bukan sebaliknya, mengunggah hal-hal yang dianggap kurang etis,” pungkasnya.

  • Bagikan