Anak dan Ibu di Sumenep Meninggal Bersamaan, Begini Kronologinya

  • Bagikan
EVAKUASI : Tim medis dengan menggunakan APD lengkap saat mengevakuasi dua jenasah, ibu dan anak masuk ke ambulan. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Seorang anak dan ibu asal warga Jalan Pendekar, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur di temukan tewas secara bersamaan pada Rabu, (7/7/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kedua almarhumah anak dan ibu ini bernama Hasaniyah (55) perempuan, dan ibu Halimatus Sa’diyah (81). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada siang hari oleh anak laki-lakinya yang kedua, Ilyas (59).

Diketahui, dalam keluarga ibu Halimatus Sa’diyah mempunyai keturunan sebanyak 4 bersaudara, Hasaniyah adalah adik Ilyas yang ketiga.

Di lokasi kejadian alias di rumahnya, Ilyas mengungkapkan kronologi kejadian tewasnya adik bersama ibunya tersebut. Dia mengatakan, awalnya hendak mengantarkan ibunya ke Bank untuk mengambil uang pensiunan.

Namun, selang beberapa waktu menggedor pintu rumah tak ada jawaban, dirinya memberanikan diri untuk melihat kondisi ibu dan adiknya melalui jendela kamar Hasaniyah. Saat itu, dirinya melihat kondisi adiknya tengkurep dan kaku. Merasa penasaran, akhirnya Ilyas pun masuk ke dalam rumah dan melihat ibunya juga kaku tak bernyawa, dengan kondisi tubuh sudah mulai membiru sama seperti apa yang dilihat pada kondisi andiknya itu.

BACA JUGA :  Polres Sampang Ringkus Mantan Kades Bancelok

“Karena melihat adik saya itu, saya langsung lapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kota,” terangnya, saat dikonfirmasi MaduraPost di kediamannya, Rabu (7/7).

Ilyas pun bercerita, keseharian ibu dan adiknya itu memang selalu berada di rumah. Sebab, dengan kondisi ibunya yang sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan, membuat sang ibu harus lebih banyak beristirahat di rumah. Sementara adiknya, tengah mengidap penyakit depresi, kondisi itu di alami adik Ilyas sudah bertahun-tahun sejak Hasaniyah mengalami kebutaan alias tidak bisa melihat.

Sebelum keduanya diketahui meninggal dunia, lanjut Ilyas bercerita, sang ibu sempat dibawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat untuk berobat, dan adiknya hanya melakukan kegiatan ringan tanpa menunjukkan kelakuan aneh yang membuatnya malah meninggal pula.

BACA JUGA :  Sumenep Kembali Zona Merah, Lima Kawasan Ini Kembali Dijaga Ketat

“Kalau ibu, empat hari lalu, mengalami pusing-pusing karena tekanan darah turun. Sempat saya antar ke Puskesmas untuk periksa. Kalau adik saya itu memang sudah depresi cukup lama. Tapi kalau ibu sudah tua,” cerita Ilyas, saudara kedua Hasaniyah ini.

Menanggapi masa pandemi Covid-19, Ilyas mengaku, apabila keluarga korban tidak melakukan vaksinasi. Penyebabnya, karena ibunya telah memasuki usia lanjut. Kemudian, untuk adik perempuannya itu juga memang tidak melakukan vaksinasi, sebab tengah alami depresi yang berkepanjangan.

Terpisah, Kapolsek Kota, AKP. Jawali mengungkapkan, apabila kejadian meninggalnya anak dan ibu itu diketahui usai pihak keluarga melaporkannya ke Polsek Kota.

“Tadi ada dari pihak keluarga yang datang ke Polsek Kota untuk melaporkan, bahwa keluarganya yakni ibu dan saudaranya tadi kelihatan kaku dari luar rumah. Kemudian kami langsung tindak lanjuti dan datang ke tempat kejadian perkara (TKP),” ungkapnya, pada sejumlah media.

BACA JUGA :  Dua PPID di Pamekasan Bikin LSM TOPAN RI Tidak Bertaji dan Jengkel

Usai melakukan olah TKP, polisi memaparkan kondisi mayat telah mulai mengeluarkan bau amis dan membusuk.

“Informasi yang dari keluarga katanya sudah sekitar 3 hari. Pihak keluarga sewaktu-waktu katanya sempat membesuk saudara dan ibunya itu,” paparnya.

Polisi berikut tim medis lengkap menggunakan alat pelindung diri (APD) langsung membawa kedua jenasah itu ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Selanjutnya, akan dilakukan pengecekan jenasah di rumah sakit sebelum akhirnya dikebumikan.

“Jenasah kita bawa ke rumah sakit. Keluarga jenasah tadi menyampaiakan bahwa tidak mau di autopsi, karena melihat riwayat ibu korban sudah berumur lanjut, dan saudaranya mengalami depresi sejak lama, ditambah tidak bisa melihat,” pungkasnya.

Polisi belum bisa memastikan secara pasti penyebab kematian ibu dan anak tersebut. Namun, hasil olah TKP polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap kedua korban.

  • Bagikan