Dalam Memberikan Layanan Prima, Setiap Hari Desa Rekkerrek Bermunajat

  • Bagikan
Seluruh Perangkat Desa Rekkerrek pada saat bershalawat Nabi

PAMEKASAN, MaduraPost – Dalam memberikan layanan prima dan menciptakan masyarakat desa yang relegius dan aman, Pemerintah Desa (Pemdes) Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur melaksanakan kegiatan bernuansa ubudiyah dengan tema ‘Rekkerrek Bermunajat’.

Hal itu dilakukan rutin dan wajib setiap hari oleh seluruh perangkat desa tersebut sebelum melakukan rutinitas publik, yakni dengan membaca Al-Qur’an surat Yasin, Sholawat Nabi dan tahlil bersama pada hari Kamis.

Sedangkan pada hari Rabu membaca Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah, Al-Mulk dan Al-Kahfih. Sementara pada hari Senin kegiatan rutin tersebut diawali dengan Khatmil Qur’an dan hari Selasa dengan membaca Burdah.

BACA JUGA :  Oknum Dinas Bakesbangpol Sumenep Dihajar Massa Karena Ketahuan Mencuri Sepeda Ontel

Selain itu, kegiatan rutin perangkat desa tersebut yaitu wajib melaksanakan Shalat Dhuhur secara berjemaah di Masjid Jumina Darussalam di desa setempat.

Menurut Kepala Desa Rekkerrek Ach Fadil melalui Sekretaris Desa Moh Hasyim kepada Wartawan media ini menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya membangun jiwa yang lembut dan relegius.

“Kami akan terus bersinergi bersama semua pihak untuk menciptakan Desa Rekkerrek yang berkemajuan dengan berpegang teguh pada prinsip keagamaan sesuai kultur yang ada,” katanya, Kamis (1/7/2021).

BACA JUGA :  Tekan Corona Mengamuk, Kabupaten Sumenep Berlakukan SIKM

Lebih lanjut ia menjelaskan, kalau layanan publik di desanya itu akan tetap menjadi prioritas dengan komitmen kemandirian dan pengembangan ekonomi.

“Seperti kita ketahui bersama, Desa Rekkerrek mempunyai sejumlah aset yang dikelola oleh BUM-Des secara mandiri yang hasilnya dikembalikan kepada kepentingan dan layanan masyarakat,” lanjutnya.

Seperti pemberian santunan sosial kematian kepada warga, untuk guru ngaji, masjid, musolla, serta bantuan sosial lainnya kita juga anggarkan dari sana.

BACA JUGA :  Habiskan Dana Miliaran Rupiah, Terminal Kargo Pamekasan Berfungsi Untuk Corona

“Jadi semuanya kita kelola secara mandiri, dengan prinsip dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, begitu,” sebut Moh Hasyim.

Ia juga mengatakan, kalau pihaknya tetap membutuhkan bimbingan dan arahan, terlebih kepada Para Ulama’ dan sesepuh.

“Sebagai pembimbing kami agar kegiatan yang sudah kami laksanakan tetap istiqomah dan mendapatkan ridho dari gusti Allah,” tuturnya.

  • Bagikan