Dinkes Sumenep Tambah 5 Nakes Baru Tangani Covid-19 di Kepulauan

  • Bagikan
WAWANCARA. Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, saat dikonfirmasi awak media baru-baru ini. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Merambahnya kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin meluas. Pasalnya, hingga saat ini kasus pasien terkonfirmasi Corona di Sumenep masuk hingga daerah kepulauan.

Sebab itu, demi mengantisipasi penanganan melonjaknya pasien terkonfirmasi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep telah menyiapkan 5 dokter untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di kepulauan.

Meski kondisi geografis menjadi salah satu faktor lambatnya penanganan kasus Covid-19 di wilayah kepulauan, hingga saat ini tercatat kasus Covid-19 di wilayah kepulauan yang dilaporkan Dinkes terjadi di 4 Kecamatan. Diantaranya kepulauan Gayam, Ra’as, Arjada dan Sapeken.

Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono menjelaskan, jika Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, sudah memerintahkannya untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan agar kasus Covid-19 tidak semakin meluas.

“Langkah yang kita lakukan untuk kepulauan akan segera melibatkan lintas sektoral,” ungkap Agus, saat dikonfirmasi baru-baru ini, Senin (28/6).

BACA JUGA :  Inilah Manfaat Minum Kopi Bagi Kesehatan

Dia menerangkan, beberapa langkah cepat telah dilakukan satuan tugas (Satgas) Covid-19 Sumenep di kepulauan, yaitu di Pulau Sapudi.

Menurut Agus, pasien Covid-19 saat ini difokuskan di Puskesmas Gayam. Saat ini, sedikitnya ada 7 pasien Covid-19 di Puskesmas tersebut, terdiri dari 4 tenaga kesehatan (Nakes) dan 3 orang warga.

“Puskesmas itu sudah menyiapkan sekitar 30 bed. Sementara penanganan pasien umum diarahkan ke Puskesmas Nonggunong, Sapudi,” terangnya.

“Di Sapudi, Puskesmas Gayam sebagai langkah darurat diminta sebagai pelayanan untuk kasus Covid-19 dan bisa menampung sekitar 30 tempat tidur. Kemudian Nunggunung khusus kegiatan pelayanan untuk umum,” tambahnya.

Sementara itu, rumah sakit Abuya Kangean, Kecamatan Arjasa, juga telah menyiapkan 50 bed untuk penanganan pasien Covid-19. Pelayanan kesehatan di Pulau Kangean, dijelaskan Agus, ditopang oleh dua Puskesmas yaitu Puskesmas Arjasa dan Kangayan.

BACA JUGA :  Satgas Covid-19 Karang Penang Bekerja sama dengan PKH Kecamatan Lakukan Sosialisasi Pencegahan Virus Corona

Kemudian, di Kecamatan Sapeken, Puskesmas tetap melayani pasien umum. Sedangkan untuk pasien yang hasil tes antigennya positif, pelayanannya melalui penyediaan rumah isolasi darurat, yang dikomandoi oleh camat.

“Termasuk juga di Puskesmas Pulau Ra’as, pelayanan untuk pasien positif Covid-19 dilakukan di rumah isolasi darurat yang sudah disediakan,” ujarnya.

Agus mengaku, telah mengirimkan kebutuhan oksigen dan obat-obatan ke seluruh Puskesmas yang dilaporkan ada pasien Covid-19. Termasuk menyiapkan 5 dokter yang akan membantu penanganan di kepulauan.

“Hari ini dikirim dokter dari Kangean ke Sapeken, besok akan dikirim 4 dokter tambahan yang akan meng-handle 3 dokter yang saat ini terkonfirmasi Covid-19 di Sapeken,” akuinya.

BACA JUGA :  Gerak Nyata Kepala Desa Gunung Rancak Sampang Dalam Menangani Pandemi Covid-19

Pihaknya mengungkapkan, pemberangkatan 4 dokter ke Pulau Sapeken itu, saat ini masih menunggu transportasi.

“Apakah akan menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Kangean, atau menggunakan pesawat dari Sapeken langsung ke Pulau Pagerungan Sapeken. Rencananya akan berangkat Senin (28/6/2021),” tuturnya.

Hingga saat ini, data pasien yang positif Covid-19 sebanyak 46 orang. Tercatat di Kecamatan Sapeken ada 37 orang, Gayam sebanyak 7 orang, dan di Ra’as sebanyak 2 orang. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 4 orang.

“Semua pasien yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan hasil tes antigen, karena untuk melakukan tes PCR alatnya belum ada di kepulauan. Sementara untuk membawa pasien dari pulau ke darat masih terkendala transportasi,” tandasnya.

  • Bagikan