“Bismillah Melayani” Nama Kartu Guru Ngaji Diberikan Bupati Sumenep

  • Bagikan
SIMBOLIS. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, didampingi Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, saat berikan bantuan kartu guru ngaji secara simbolis pada warga. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi, luncurkan kartu guru ngaji dan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guru ngaji tahun anggaran 2021, di Balai Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Jumat (25/6/2021) kemarin.

Bupati Fauzi berharap agar guru ngaji bisa membekali anak didik dengan memberikan pendidikan akhlakul karimah, seiring kemajuan arus informasi dan teknologi digital, supaya anak-anak tidak gersang terhadap pendidikan moral dan etika.

Dia mengatakan, seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak di era globalisasi tentu saja sangat mudah mengakses segala macam sumber informasi, sehingga dengan menggunakan telepon genggam android tidak hanya membaca ataupun menonton konten baik saja tetapi juga yang kurang baik.

BACA JUGA :  Kerusakan PATM Dengan Anggaran Rp 4 Miliar, Penggiat Kebijakan Sebut Fakta

“Saya menyadari guru ngaji mempunyai peran penting dalam mendidik dan menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, bermoral serta berkarakter budaya,” terangnya, Sabtu (26/6).

Sebagai bentuk perhatian atas peran serta guru ngaji dalam membangun Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat berikan bantuan sosial (Bansos) untuk kesejahteraan guru ngaji, meskipun besaran bantuan itu tidak begitu besar.

“Yang jelas, pemberian bantuan sosial ini karena peran penting guru ngaji dalam membentuk karakter dan moral, ilmu dan akhlakul karimah, sehingga mampu membentengi diri anak dalam menghadapi laju arus informasi yang semakin pesat ini,” ujarnya.

Menurutnya, para guru ngaji juga mendapat bantuan JKN sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk menjamin kesehatan mereka, yang biaya atau iuaran setiap bulannya merupakan tanggung jawab pemerintah.

BACA JUGA :  Semarak HUT RI ke - 75 Desa Bunten Barat

“Saya juga memberikan bantuan kesehatan melalui JKN bagi para guru ngaji, sehingga dengan bantuan itu semakin meningkatkan peran guru ngaji dalam mendorong pembangunan daerah di sektor pendidikan keagamaan,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Sumenep menamai kartu guru ngaji tersebut dengan kalimat “Bismillah Melayani” bekerja sama dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar, sehingga pencairannya secara non tunai, sedangkan JKN bekerja sama dengan BPJS Kabupaten Sumenep.

“Total guru ngaji penerima bantuan stimulan tahun 2020 sebanyak 1000 orang dengan nominal setiap penerima setahun sebesar Rp1 juta 200 ribu, tetapi saat ini, pencairannya baru sebanyak 350 orang, karena sisanya masih dalam tahap verifikasi untuk memastikan penerima adalah benar-benar guru ngaji supaya tepat sasaran,” ulasnya.

BACA JUGA :  PERGUNU Pragaan Bagikan Bahan Pangan untuk Guru Swasta

Terpisah, salah seorang guru ngaji penerima bantuan, Zainol Mustaqin, warga Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, menyampaikan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan Bupati Sumenep.

“Terimakasih atas kepeduliannya kepada para guru ngaji di Sumenep, baik bantuan stimulan maupun program JKN untuk pelayanan kesehatan. Semenjak kepimimpinan Bupati Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah, para guru ngaji mendapat bantuan JKN, karena tidak hanya mendapat bantuan stimulan saja, tetapi sejak tahun ini ada bantuan jaminan kesehatan,” tukasnya.

  • Bagikan