Disdik Sumenep Larang Guru Mengajar Jika Belum Divaksin

  • Bagikan
WAWANCARA. Moh. Iksan, Plt Kepala Disdik Sumenep, saat dikonfirmasi sejumlah media di kantornya. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, imbau kepada lembaga sekolah untuk menuntaskan vaksinasi kepada tenaga pendidik alias para guru.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada dalam naungan Disdik Sumenep ini diakui telah dilakukan monitoring oleh badan pengawas untuk melakukan vaksinasi tahap kedua ini hingga tanggal 12 Juli 2021 mendatang.

“Guru yang akan mengajar dalam rangka tatap muka wajib hukumnya untuk divaksin, kecuali yang punya komorbit secara medis disampaikan dokter bahwa orang ini memang tidak boleh divaksin. Itu sudah kita sampaikan pada pengawas, dan sudah kami panggil Kepala Sekolah dan pengawas untuk diterapkan,” ungkap pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, saat dikonfirmasi sejumlah media, Kamis (24/6).

BACA JUGA :  Disdik Sampang Tanggapi Dugaan Korupsi Rehabilitasi SDN Mambulu Barat I

Iksan menjelaskan, jika sebelum tanggal 21 Juli 2021 mendatang, lembaga sekolah wajib melaporkan hasil vaksinasi guru yang telah dijalani sejak bulan Mei 2021 kemarin.

“Nanti sebelum tanggal 12 Juli 2021, semua sekolah akan menyampaikan pada kami jadwal pelajaran, siapa pengampunya, dan melampirkan surat keterangan atau kartu selesai divaksin dua kali,” jelasnya.

BACA JUGA :  Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab Pamekasan Tutup Sementara Tempat Wisata

Dengan tegas, Iksan menerangkan, apabila diketahui ada sejumlah tenaga pendidik yang belum melakukan vaksinasi tidak diperbolehkan untuk mengajar.

“Kalau tidak ada keterangan selesai vaksin dua kali itu, kami akan sampaikan pada Kepala Sekolah agar guru tersebut yang tidak ada alasan medis tidak vaksin tidak boleh untuk mengajar,” tuturnya.

BACA JUGA :  Usai Disegel, DPMPTSP Kirim Surat Teguran Terhadap Pengelola Tower Telekomunikasi di Bangkalan

Pihaknya menyebutkan, untuk data lembaga sekolah yang telah melakukan vaksinasi diantaranya guru Sekolah Dasar (SD) sekitar 2600, dan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar 1200.

“Yang sudah masuk ke kami itu sudah 80 persen melakukan vaksin tahap pertama. Untuk tahap kedua sampai tanggal 12 Juli 2021 kita lihat,” tukasnya.

  • Bagikan