Bakal Calon Kades di Sampang Ultimatum Bupati, “Jika Pilkades Ditunda, Bupati Akan Didemo”

  • Bagikan
Bakal Calon Kades saat mendatangi ke Komisi I DPRD Sampang.(MaduraPost/Saman Syah).

SAMPANG, MaduraPost – Sejumlah tokoh masyarakat yang mengatasnamakan dirinya sebagai bakal calon kepala desa mendatangi komisi I DPRD Kabupaten Sampang. Senin (21/06/2021).

Kedatangan mereka mempertanyakan kepastian pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2021 di Kabupaten Sampang yang hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah daerah.

Mereka menuntut agar Pilkades Serentak Kabupaten Sampang bisa digelar pada tahun 2021. Hal itu untuk menjaga kondusifitas masyarakat yang telah mempersiapkan segalanya.

Seperti halnya yang disampaikan H. Rudi Efendi, Salah satu Bakal Calon Kades dari Desa Tragih kecamatan Robatal.

BACA JUGA :  Di Desa Dempo Barat Persoalan Proyek Timbul Kontroversi

Menurutnya, Jika Pilkades serentak yang semestinya dilaksanakan tahun 2021 ditunda, Maka masyarakat akan bergejolak dan akan melakukan aksi besar besaran ke kantor Bupati.

“Masyarakat sudah mempersiapkan semuanya untuk pelaksanaan Pilkades tahun 2021, Maka ketika Pilkades ini ditunda, jangan salahkan masyarakat jika melakukan aksi ke Kantor Bupati,” Kata H. Rudi.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Ahmadi Faisol yang merupakan pengusaha asal desa Torjun. Bahwa pelaksanaan Pilkades serentak kabupaten Sampang yang hingga saat ini belum ada kepastian membuat masyarakat kurang kondusif.

BACA JUGA :  Nuansa Islami Pemdes Rekkerrek Menyambut 1 Muharram 1442 Hijriyah

“Masa jabatan kades banyak yang berakhir pada tahun ini, Jadi pemerintah Kabupaten Sampang jangan bikin blunder dengan kebijakan yang justru merugikan masyarakat kabupaten Sampang,” Kata H. Ahmadi.

Bahkan H. Ahmadi menegaskan jika dalam waktu dekat belum ada kepastian tentang waktu pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Sampang, Masyarakat akan melakukan aksi turun jalan.

BACA JUGA :  DPRD Sampang Lakukan Pengesahan Raperda Perubahan APBD tahun 2020 dan PA Bupati

“Jangan salahkan Masyarakat jika sudah tidak kondusif dan melakukan demo ke Kantor Bupati Pamekasan, Karena Pemerintah Kabupaten sendiri yang bikin semuanya tidak kondusif,” Lanjutnya.

Berdasarkan pantauan MaduraPost, Sejumlah Masyarakat yang mendatangi Komisi I DPRD Sampang antara lain H. Rudi Efendi dari Desa Tragih, Kecamatan Robatal, H. Ahmadi Faisol dari Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Halili dari Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang dan H. Rosidi, Desa Torjunan, Kecamatan Robatal.

  • Bagikan