Diduga Terjadi Korupsi Pada Realisasi DD/ADD T.a 2020 di Desa Tlonto Ares Waru Pamekasan

  • Bagikan

PAMEKASAN, MaduraPost – Diduga terjadi tindakan tindak pidana korupsi pada realisasi beberapa program atau kegiatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2020 di Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura

Hal tersebut diketahui berdasarkan laporan atau pengaduan dari beberapa warga setempat kepada pihak MaduraPost dan juga kepada pihak Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (LSM FAAM) Pamekasan serta kemudian berdasarkan dari beberapa informasi yang dihimpun oleh keduanya (Media MaduraPost dan LSM FAAM).

Salah satu dari beberapa program kegiatan yang diduga telah terjadi tindakan penyimpangan di desa tersebut adalah program pengadaan Setengah Miliar Masker Covid-19 yang diinstruksikan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Yang mana dalam realisasinya, banyak warga di desa tersebut yang kesulitan mendapatkan masker-masker itu, bahkan banyak yang tidak tahu menahu adanya masker yang anggarannya bersumber dari DD/ADD tahun anggaran 2020 tersebut.

BACA JUGA :  FARA Gelar Aksi Tunggal ke DISTAN PHP Kabupaten Pamekasan

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga desa setempat sebut saja Acmad. Ia juga mengaku, kalau selama ini dirinya serta keluarganya dan juga tetangganya tidak pernah diberi tahu atau diberi masker itu.

“Kami sekeluarga selama ini tidak pernah mendapatkan masker dari pihak desa, dan saya tidak pernah tahu menahu kalau ternyata ada masker gratis dari desa, dan sampai saat ini sepertinya banyak tetangga yang mengeluh kesulitan mendapatkan masker, terutama pada saat bepergian,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, beberapa waktu terakhir ini ada yang memberi tahu atau menginformasikan terhadap dirinya, kalau ternyata ada beberapa program kegiatan yang bersumber dari DD/ADD tahun anggaran 2020 di desanya itu diduga kuat ada penyelewengan.

“Sebab, sampai saat ini saya dan tentunya beberapa masyarakat yang lain tidak pernah merasakan atau mengetahui dengan jelas wujud dari realisasi anggaran tersebut. Sehingga, saya sebagai warga tidak salah menduga ada penyimpangan dalam realisasinya,” kata Achmad kepada Media ini.

BACA JUGA :  Warga Akkor Palengaan Gunakan Waktu Bermain Gaple Menunggu Sahur

Oleh karena itu, pihaknya meminta dan memohon kepada pihak media ini dan juga kepada LSM FAAM Pamekasan untuk segera menindaklanjuti lebih jauh beberapa dugaan yang dikeluhkannya itu.

Sementara itu, menanggapi apa yang disampaikan oleh salah seorang warga tersebut Ketua Koordinator LSM FAAM Pamekasan Abd Basit mengatakan, kalau pihaknya akan segera menindaklanjuti lebih jauh adanya dugaan tindakan penyelewengan di desa tersebut.

“Dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2000 tentang tata cara pelaksanaan peran serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi dan surat himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor: B.7508 terkait pengelolaan keuangan Desa atau Dana Desa,” pungkasnya, Senin (26/4/2021).

Dari itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak penegak kebijakan dan kepada pihak-pihak yang berkompeten.

“Sebab, ada sekitar 6 sampai 7 dari realisasi program kegiatan yang dananya bersumber dari DD/ADD 2020 di desa tersebut yang kami duga tidak jelas realisasinya, bahkan kami duga kuat ada penyelewengan,” tukasnya.

BACA JUGA :  Diduga Sudah Tidak Ada Pengurus, BUMDes Mutiara Tanjung Hanya Tinggal Bangunan Kantor

Sementara Camat Waru Endi Sutrisno melalui hubungan via WhatsApp-nya meminta agar hal tersebut langsung ke PJ Kades Tlonto Ares.

“Ke Pak PJ Kadesnya lebih jelasnya mas,” katanya singkat.

Diinformasikan bahwa beberapa realisasi program kegiatan dari DD/ADD 2020 yang diduga terjadi tindakan tindak pidana korupsi atau penyelewengan di Desa tersebut adalah

1) Pengadaan/Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa sebesar Rp 74.967.000,00.

2) Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan dan Keagamaan (HUT RI, Raya Keagamaan dil) sebesar Rp 26.686. 500,00.

3) Pembinaan Karang Taruna/Klub Kepemudaan/Olah Raga Tingkat Desa sebesar Rp 20.581.000,00.

4) Penanggulangan Bencana sebesar Rp 20.000.000,00.

5) Penanganan Keadaan Darurat sebesar Rp 33.289.257,00.

6) Penanganan Keadaan Mendesak sebesar Rp 371.700.000,00.

7) Pengadaan masker Covid-19.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi resmi dari PJ Kepala Desa Tlonto Ares H. Yadi dan berkali-kali dihubungi via WhatsApp-nya tidak diresponnya.

  • Bagikan