Didemo Soal Dana TPP, Bupati Mas Tamam Raib

  • Bagikan

PAMEKASAN, MaduraPost – Ratusan massa gabungan dari ASN dan LSM menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pamekasan. Kamis (25/03/2021).

Aksi tersebut berkaitan dengan rencana Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam atau yang ngetren disapa Mas Tamam berencana merefocusing Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pamekasan.

Menurut Mas Taman, Refocusing TPP untuk Infrastruktur di Kabupaten Pamekasan merupakan keikhlasan para ASN di Kabupaten Pamekasan. Meskipun Faktanya, Hal itu merupakan Kebijakan Bupati dan sarana Bupati mencari sensasi.

BACA JUGA :  Miris, Warga Pamekasan Saat Hendak Melahirkan Ditolak RS, Diduga Karena Reaktif Covid-19, Kini Meningal Dunia

Hal itu disampaikan Ahmad Yanto dari ketua DPD Pemuda LIRA Pamekasan yang juga tergabung dalam Forum lintas NGO Pamekasan saat menggelar aksi di Depan Kantor Bupati Pamekasan.

“Kemaren Bupati bilang bahwa refocusing TPP merupakan persetujuan ASN, Tapi Faktanya, Banyak ASN yang mengeluh bahkan sekarang ikut demo,” Kata Ahmad.

Pada aksi tersebut, Ahmad juga menyayangkan sikap Bupati yang tidak mau menemui peserta aksi. Hal itu menunjukan Bupati Pamekasan telah membuat pernyataan yang bohong terkait TPP.

BACA JUGA :  Kepala Desa Aeng Merah Sebut Jembatan Ambruk Karena Faktor Alam, LSM : Itu Salah Perencanaan

“Kasihan Mas Tamam, Termakan dengan ucapannya sendiri. Sekarang ketika didemo ASN malah Raib,” Lanjut Mahesa sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan aksi tersebut, Sejumlah ASN berorasi di Depan kantor Bupati Pamekasan meminta agar TPP yang menjadi hak ASN segera dicairkan.

“Saya datang kesini bukan benci Bupati Pamekasan, Tapi kami kasihan kepada Bupati Pamekasan sebelum terjerumus ke jurang kehancuran,” Kata Siddik Dalam orasinya.

BACA JUGA :  Tidak Hanya Lewat Teleconference, Disdik Sumenep Akan Turun ke Sekolah

Siddik berharap agar Bupati Pamekasan terketuk hatinya untuk segera mencairkan TPP yang menjadi hak ASN.

Dalam aksi tersebut, Bupati Pamekasan tidak mau menemui peserta aksi. Para Demonstran hanya ditemui oleh Sekda Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono.

Dihadapan Peserta aksi, Totok menjelaskan bahwa pihaknya akan mengatur waktu memfasilitasi peserta aksi untuk klarifikasi terbuka dengan Bupati.

  • Bagikan